RADIO KITA

Mengenai radio dem

AIR HAJI, SUMATERA BARAT, Indonesia
KAMI ADALAH RADIO DAKWAH

Selasa, 08 November 2022

SYARH AQIDAH DAN MANHAJ 3

menjadikan umat muwahid, taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. 2. Ilmu fardhu 'ain. Yaitu amalan yang diwajibkan setiap pribadi. Seperti shalat, puasa bulan Ramadhan, zakat, haji dan umroh dan segala yang berkaitan dengan ibadah tersebut, seperti wudhu' ketika hendak mau shalat. Begitu juga mengetahui apa-apa saja yang diharamkan. 3. Berkaitan dengan pekerjaan kita. Seperti seorang pedagang harus belajar fiqih dagang. Sebagai pemimpin harus mempelajari ilmu sebagai seorang pemimpin, dan begitu seterusnya. 4. Ilmu fardhu kifayah. Tidak wajib setiap muslim mempelajarinya, mesti ada yang mewakili dari penuntut-penuntut ilmu agama. Pelajaran di lanjutkan ke Bab (3) : Kewajiban Ittiba' (Mengikuti) Rasulullah صلى الله عليه وسلم (silahkan lihat hal.51 bagi yang memiliki kitab Manhaj dan Aqidah) Firman Allah جل ذكره : قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (31) قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ (32) Katakanlah, "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu," Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah, "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir." (QS. Ali-Imran : 31-32) Bukti cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah dengan mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam. Ini ayat ujian atau pembuktian dari kadar cinta seseorang kepada Rabbul'alamin dengan mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi. Buahnya : 1. Mendapatkan cinta Allah Subhanahu wa Ta'ala, jika Allah telah mencintai seorang hamba maka berbahagialah ia dunia dan di akhirat. 2. Mendapat ampunan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dijelaskan oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsir beliau : Ayat yang mulia ini menilai setiap orang yang mengakui dirinya cinta kepada Allah, sedangkan sepak terjangnya bukan pada jalan yang telah dirintis oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi Wasallam; bahwa sesungguhnya dia adalah orang yang dusta dalam pengakuannya, sebelum ia mengikuti syariat Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam dan agama yang dibawanya dalam semua ucapan dan perbuatannya. Seperti yang disebutkan di dalam hadis shahih, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam pernah bersabda: «مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ» "Barang siapa yang melakukan suatu amal perbuatan yang bukan termasuk tuntunan kami, maka amalnya itu ditolak." Ketahuilah, bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta'ala hanya di ibadahi dengan apa yang telah Allah yang disyariatkan-Nya melalui lisan Nabi Shallallahu'alayhi wa sallam dan tidak di ibadahi dengan sesuatu yang tidak disyariatkan-Nya melalui lisan Nabi-Nya. Jadi Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak boleh di ibadahi dengan yang haram, makruh dan bid'ah. Kalau kita tidak mengetahui atau karena belum di utus Rasul maka Allah tidak mengazab hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولً "dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul." (QS. Al-Isra' : 15) Mengikuti Rasul sepanjang hayat kita begitu juga dengan menuntut ilmu itu sampai akhir hayat kita. Syaikhul Islam pernah berkata kepada muridnya Imam Ibnul Qayyim: "Sesungguhnya aku sampai sekarang, masih memperbaharui keimananku, karena keislamanku tidak pernah bagus." Pengakuan seorang paham agama akan kadar dirinya. Lalu bagaimana dengan kita??? Hadits Kedua belas : Dari Abdullah bin Tsabit, dia berkata : Umar bin Khattab pernah datang menemui Nabi صلى الله عليه وسلم, lalu dia berkata : يا رسول الله إني مررت بأخ لي من قريظة، فكتب لي جوامع من التوراة ألا أعرضها عليك؟ قال: فتغيّر وجه رسول الله صلى الله عليه وسلم، قال عبد الله بن ثابت: فقلت له: ألا ترى ما بوجه رسول الله صلى الله عليه وسلم؟ فقال عمر: رضينا بالله رباً، وبالإسلام ديناً، وبمحمد رسولاً. قال: فسري عن النبي صلى الله عليه وسلم، وقال: " والذي نفس محمد بيده لو أصبح فيكم موسى ثم اتبعتموه وتركتموني لضللتم، إنكم حظي من الأمم وأنا حظكم من النبيين. "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku melewati saudaraku dari Bani Quraizhah, kemudian dia menulis untukku kumpulan dari kitab Taurat, maukah aku perlihatkan kepadamu? Berkata Abdullah bin Tsabit: "Maka berubahlah wajah Rasulullah صلى الله عليه وسلم, maka aku berkata kepada Umar : Apakah engkau melihat perubahan wajah pada Rasulullah Shalallahu 'alayhi wa sallam?. Kemudian Umar berkata : Kami ridha Allah Ta'ala sebagai Rabb kami, dan Islam agama kami, dan Muhammad sebagai Rasul kami. Maka hilanglah duka cita dari Nabi صلى الله عليه وسلم, kemudian beliau bersabda : "Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, kalau sekiranya Musa berada ditengah-tengah kamu, kemudian kamu mengikutinya dan meninggalkanku, pasti kamu tersesat. Sesungguhnya kamu bagianku dari umat-umat yang sebelum kamu, dan aku adalah bagian kamu dari para Nabi yang sebelumku." (Hadits shahih lighairihi, dalam musnad Imam Ahmad, takhrijnya ada pada buku Manhaj & Aqidah pada halaman 54) Fiqih hadits (secara ringkas pada hal. 55-56 pada buku Manhaj & Aqidah) : 1. Kewajiban mengikuti Syari'at dan Sunnah serta Manhaj Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam lahir dan batin, perkataan dan perbuatan. 2. Setiap Nabi mempunyai Syari'at dan Sunnah yang wajib diimani oleh umatnya. 3. Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam adalah Nabi terakhir yang diutus kepada seluruh manusia dan jin serta menjadi rahmat bagi sekalian alam. 4. Sungguh hadits yang mulia ini merupakan peringatan keras kepada setiap orang yang menyalahi dan menyelisihi Sunnah Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam baik i'tiqadiyyah (keyakinan) maupun amaliyyah (perbuatan). Hati-hati zaman sekarang banyak ruwaibidhah (berbicara agama tanpa ilmu) di media. Ambillah dari Ustadz yang dikenal dengan keilmuannya, bukan yang di ustadz-kan. Lanjut ke Bab-4 : Larangan Ithra' Kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Ithra' adalah pujian yang melampaui batas. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لَا تَغْلُوا۟ فِى دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ ۚ إِنَّمَا ٱلْمَسِيحُ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ ٱللَّهِ وَكَلِمَتُهُۥٓ أَلْقَىٰهَآ إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ ۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ ۖ وَلَا تَقُولُوا۟ ثَلَٰثَةٌ ۚ ٱنتَهُوا۟ خَيْرًا لَّكُمْ ۚ إِنَّمَا ٱللَّهُ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ سُبْحَٰنَهُۥٓ أَن يَكُونَ لَهُۥ وَلَدٌ ۘ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا "Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara." (QS. An-Nisa' : 171) Orang-orang ahli kitab mengatakan dan mengangkat Isa sebagai Allah atau anak Allah!? Padahal Isa adalah seorang Nabi dari Nabi-Nabi Allah, bukan Allah seperti perkataan dan keyakinan orang-orang Nashrani. Orang Yahudi juga berlebihan terhadap Uzeir yang mengangkatnya menjadi anak Allah, menjadikan anak sapi sebagai sesembahan. Begitu juga firqoh-firqoh yang tersesat dalam agama ini. Mereka ghuluw. Di ayat lain, قُلْ يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لَا تَغْلُوا۟ فِى دِينِكُمْ غَيْرَ ٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوٓا۟ أَهْوَآءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا۟ مِن قَبْلُ وَأَضَلُّوا۟ كَثِيرًا وَضَلُّوا۟ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus". (QS. Al-Maidah : 77) Islam adalah pertengahan antara Yahudi dan Nashrani, tidak mengurangi dan tidak berlebihan. Begitu juga Ahlussunah pertengahan diantara firqoh-firqoh sesat. Seperti Syi'ah yang mengangkat Ali menjadi Tuhan atau mengangkatnya menjadi imam yang ma'shum. Khawarij mengkafirkan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu. Mereka juga mengkafirkan pelaku dosa besar, dan menghalalkan jiwa dan harta kaum Muslimin. Begitu juga jangan sampai mengikuti guru-guru yaitu guru-guru sesat yang lebih dahulu tersesat, dan mereka telah menyesatkan kebanyakan manusia. Ayat diatas menjelaskan bahwa agama orang-orang Nashrani dibina atas dasar taqlid buta kepada guru-guru penyesat. Ilmu itu beredar pada Al-Qur'an, hadits dan perkataan sahabat. Hadits Ketiga belas : Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma, dia mendengar Umar Radhiyallahu 'anhu berkata diatas mimbar : "Aku pernah mendengar Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda : لا تطروني كما أطرت النصارى ابن مريم، فإنما أنا عبده، فقولوا : عبده الله ورسوله "Janganlah kamu memujiku berlebihan sehingga melampaui batas sebagaimana Nashara telah melampaui batas dalam memuji Isa bin Maryam. Maka sesungguhnya aku ini tidak lain hanyalah hamba-Nya. Oleh karena itu katakanlah bahwa aku ini adalah hamba Allah dan Rasul-Nya." (HR. Imam Bukhari) Pujian Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam, diantaranya : 1. Nabi Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: وَمَآ أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَآفَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ "Dan Kami tidak mengutusmu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (QS. Saba’ : 28) 2. Nabi di utus sebagai rahmatan Lil 'Alamiin. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ “Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107) 3. Shalawat kepada Nabi. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab : 56) 4. Akhlak Nabi yang agung. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al-Qalam : 4) Akhlak beliau Shallallahu 'alayhi wa sallam berada pada puncak akhlak yang paling tinggi, tidak ada yang bisa menyainginya dari semua yang berakhlak. Hendaklah berdakwah dengan lemah lembut, sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam berdakwah, sehingga umat amat mudah menerima dakwah yang haq ini. Diketik oleh : rahmat silaturahim

0 comments:

Posting Komentar