This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

RADIO KITA

Mengenai radio dem

AIR HAJI, SUMATERA BARAT, Indonesia
KAMI ADALAH RADIO DAKWAH

Kamis, 29 September 2022

LKASI STUDIO RADIO DEM AIRHAJI

Selasa, 27 September 2022

MEMELIHARA JENGGOT

Perintah Nabi Agar Memelihara Jenggot Hadits pertama, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى‎ “Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623) Hadits kedua, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى‎ “Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625) Hadits ketiga, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ اللِّحْيَةِ.‎ “Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot.” (HR. Muslim no. 624) Hadits keempat, dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ‎ “Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi.” (HR. Muslim no. 626) Hadits kelima, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, انْهَكُوا الشَّوَارِبَ ، وَأَعْفُوا اللِّحَى‎ “Cukur habislah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Bukhari no. 5893) Hadits keenam, dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ ، وَفِّرُوا اللِّحَى ، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ‎ “Selisilah orang-orang musyrik. Biarkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis.” (HR. Bukhari no. 5892) Ulama besar Syafi’iyyah, An Nawawi rahimahullah mengatakan, ”Kesimpulannya ada lima riwayat yang menggunakan lafazh, أَعْفُوا وَأَوْفُوا وَأَرْخُوا وَأَرْجُوا وَوَفِّرُوا‎ Semua lafazh tersebut bermakna membiarkan jenggot tersebut sebagaimana adanya.” (Lihat Syarh An Nawawi ‘alam Muslim, 1/416, Mawqi’ Al Islam-Maktabah Syamilah 5) Di samping hadits-hadits yang menggunakan kata perintah di atas, memelihara jenggot juga merupakan sunnah fithroh. Dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ‎ “Ada sepuluh macam fitroh, yaitu memendekkan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.” (HR. Muslim no. 627) Jika seseorang mencukur jenggot, berarti dia telah keluar dari fitroh yang telah Allah fitrohkan bagi manusia. Allah Ta’ala berfirman, فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ‎ “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada penggantian pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar Ruum [30] : 30) Selain dalil-dalil di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sangat tidak suka melihat orang yang jenggotnya dalam keadaan tercukur. Ketika Kisro (penguasa Persia) mengutus dua orang untuk menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menemui beliau dalam keadaan jenggot yang tercukur dan kumis yang lebat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka melihat keduanya. Beliau bertanya,”Celaka kalian! Siapa yang memerintahkan kalian seperti ini?” Keduanya berkata, ”Tuan kami (yaitu Kisra) memerintahkan kami seperti ini.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Akan tetapi, Rabb-ku memerintahkanku untuk memelihara jenggotku dan menggunting kumisku.” (HR. Thabrani, Hasan. Dinukil dari Minal Hadin Nabawi I’faul Liha) Lihatlah saudaraku, dalam hadits yang telah kami bawakan di atas menunjukkan bahwa memelihara jenggot adalah suatu perintah. Memangkasnya dicela oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Menurut kaedah dalam Ilmu Ushul Fiqh, ”Al Amru lil wujub” yaitu setiap perintah menunjukkan suatu kewajiban. Sehingga memelihara jenggot yang tepat bukan hanya sekedar anjuran, namun suatu kewajiban. Di samping itu, maksud memelihara jenggot adalah untuk menyelisihi orang-orang musyrik dan Majusi serta perbuatan ini adalah fithroh manusia yang dilarang untuk diubah. Berdasar hadits-hadits di atas, memelihara jenggot tidak selalu Nabi kaitkan dengan menyelisihi orang kafir. Hanya dalam beberapa hadits namun tidak semua, Nabi kaitkan dengan menyelisihi Musyrikin dan Majusi. Sehingga tidaklah benar anggapan bahwa perintah memelihara jenggot dikaitkan dengan menyelisihi Yahudi. Maka sudah sepantasnya setiap muslim memperhatikan perintah Nabi dan celaan beliau terhadap orang-orang yang memangkas jenggotnya. Jadi yang lebih tepat dilakukan adalah memelihara jenggot dan memendekkan kumis. Catatan: Namun, apakah kumis harus dipotong habis ataukah cukup dipendekkan saja? Berikut ini adalah intisari dari perkataan Al Qodhi Iyadh yang dinukil oleh An Nawawi dalam Syarh Muslim, 1/416. Sebagian ulama salaf berpendapat bahwa kumis harus dicukur habis karena hal ini berdasarkan makna tekstual (zhohir) dari hadits yang menggunakan lafazh ahfuu dan ilhakuu. Inilah pendapat ulama-ulama Kufah. Ulama lainnya melarang untuk mencukur habis kumis. Ulama-ulama yang berpendapat demikian menganggap bahwa lafazh ihfa’, jazzu, dan qossu adalah bermakna sama yaitu memotong kumis tersebut hingga nampak ujung bibir. Sebagian ulama lainnya memilih antara dua cara ini, boleh yang pertama, boleh juga yang kedua. Pendapat yang dipilih oleh An Nawawi dan insya Allah inilah pendapat yang kuat dan lebih hati-hati adalah memendekkan kumis hingga nampak ujung bibir. Wallahu a’lam bish showab. Pembahasan ini masih akan dilengkapi pembahasan selanjutnya yang akan menjawab beberapa kerancuan tentang jenggot. Semoga Allah mudahkan. Hanya Allah yang senantiasa memberi taufik. Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Senin, 26 September 2022

TERUNTUK ANAKKU

Anakku… Bila aku tua, Andai aku jatuhkan gelas atau terlepas piring dari genggamanku, Aku berharap kamu tidak menjerit marah kepadaku, Karena tenaga orang tua sepertiku semakin tidak kuat dan karena aku sakit. Pandangan mataku semakin kabur. Kamu harus mengerti dan bersabar denganku. Anakku… Bila aku tua, Andai tutur kata ku lambat/perlahan dan aku tidak mampu mendengar apa yang kamu katakan, Aku berharap kamu tidak menjerit padaku, “Ayah tuli kah ?” “Ayah bisu kah ?“ Aku minta maaf anakku. Aku semakin MENUA… Anakku… Bila aku tua, Andai aku selalu saja bertanya tentang hal yang sama berulang-ulang, Aku berharap kamu tetap sabar mendengar dan melayaniku, seperti aku sabar menjawab semua pertanyaanmu saat kamu kecil dulu, Semua itu adalah sebagian dari proses MENUA. Kamu akan mengerti nanti bila kamu semakin tua. Anakku… Bila aku tua, Andai aku berbau busuk, amis dan kotor, Aku berharap kamu tidak tutup hidung atau muntah didepan aku. Dan tidak menjerit menyuruh aku mandi. Badan aku lemah. Aku tidak ada tenaga untuk melakukan semua itu sendiri. Mandikanlah aku seperti aku memandikanmu semasa kamu kecil dulu. Anakku… Bila aku tua, seandainya aku sakit, temankan lah aku, aku ingin anakku berada bersamaku. Anakku…. Bila aku tua dan waktu kematianku sudah tiba, Aku berharap kamu akan memegang tanganku dan memberi kekuatan untuk aku menghadapi kematianku. Jangan cemas. Jangan menangis. Hadapi dengan keridhoan. Aku berjanji padamu. Bila aku bertemu Allah. Aku akan berbisik padaNya supaya senantiasa memberkati dan merahmati kamu kerana kamu sangat mencintai dan mentaatiku. Terima kasih banyak2 karena mencintaiku…. Terima kasih banyak2 kerana telah menjagaku… Aku mencintaimu lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri, Anakku.. #specetion

Kamis, 22 September 2022

VISI & MISI RADIO AIRHAJI

Menjadi radio Dakwah yang pofesional dan terdepan memberikan kontribusi Terhadap pendidikan dan pembinaan serta memberikan layanan kepada masyarakat yang profesional dan berakhlaq mulia serta mampu bersaing dalam era globalisasi.

Rabu, 14 September 2022

Lokasi Studio Radio Airhaji

https://docs.google.com/document/d/1vg1TAbyk5UL_iXwITJpyH2bJpTSLjg8zPEUUqCZf0b8/edit?usp=drivesdk

Selasa, 13 September 2022

TAHLILAN DALAM PANDANGAN MUHAMMADIYYAH

🌍 Ada kawan mengundang saya ikut selamatan kematian ('tahlilan') keluarganya. Jawaban saya: Assalaamu'alaikum. ☺️ Sebagai warga Muhammadiyah, dan simpatisan Al Irsyad, Persis, DDII, Hidayatullah, Wahdah Islamiyah, Puldapii, Ahlus Sunnah as Salafiyyiin, dst., yang memang tidak Tahlilan, dll.; aku tidak akan hadiri. Namun, aku doakan, tentu. Juga untuk yang lain. Dan tidak harus di hitungan hari 1, 3, 7, 40 dst. Dapat di hari apapun. Terus. Lebih baik lagi di dalam sholat, saat sujud, dan sebelum salaam. Dan uang yang ada, lebih baik lagi, jika didermakan, sebagai sumbangan, amal sholih atas nama beliau. Ini dalil-dalilnya ada. Shohih. Baraakollohu fikum. Aamiiin. 🌸🌿 ➖➖➖➖➖➖➖ 🌸 Seorang mayyit dalam (alam) kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang meminta pertolongan. Dia menanti-nantikan doa ayah, ibu, anak dan kawan yang terpercaya. Manakala doa itu sampai kepadanya baginya lebih disukai daripada dunia berikut segala isinya. Dan sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah memohon istighfar (ampunan) kepada Allaah untuk mereka, dan bersedekah atas nama mereka. (H. R. Ad-Dailami) ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ TAMBAHAN: Muhammadiyah menjawabTahlilan dalam Pandangan Muhammadiyah Photo of admin admin Send an email January 14, 20203 2,500 4 minutes read Pertanyaan:Apakah Muhammadiyah membolehkan tahlilan, seperti mengucapkan kata “La Ilaha Illallah” sebanyak 33 kali? Saya rasa lebih menenangkan dan menyejukkan hati serta menciptakan situasi yang Islami. Pertanyaan Dari: Ruslan Hamidi, Kembangan, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman Jawaban: Pertanyaan tersebut sebenarnya sudah sering ditanyakan dalam pengajian-pengajian, dan pernah juga dijawab lewat Suara Muhammadiyah, secara singkat. Namun demikian kami tidak keberatan menjelaskan kembali lewat Suara Muhammadiyah agar pembaca lebih mudah memahaminya. Jika yang dimaksudkan tahlil adalah membaca “La Ilaha Illallah” (tiada Tuhan selain Allah), Muhammadiyah tidak melarang, bahkan menganjurkan agar memperbanyak membacanya, berapa kali saja, untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an sebagai berikut:فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ . [البقرة (2): 152] Artinya: “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.” [QS. al-Baqarah (2): 152]يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيرًا. [الأحزاب (33): 41] Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” [QS. al-Ahzab (33): 41]… قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنَّنِي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ . [الأنعام (6): 19] Artinya: “… katakanlah: Sesungguhnya dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).” [QS. al-An’am (6): 19] قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ . اللهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ . [الإخلاص (112): 1-4] Artinya: “Katakanlah: Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” [QS. al-Ikhlas (112): 1-4] فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ . [محمد (47): 19] Artinya: “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang-prang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.” [QS. Muhammad (47): 19] Perintah berzikir dengan menyebut Lafal Jalalah (La Ilaha illa Allah) dalam hadits-hadits pun banyak diungkapkan, antara lain ialah: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ اللهَ قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللهِ . [رواه البخارى، كتاب الصلاة، باب المساجد فى البيوت، عَنِ عِتْبَانُ بن مَالِكُ] Artinya: “Rasullah saw besabda: Maka sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas neraka terhadap orang yang mengucapkan ‘La Ilaha Illa Allah’, yang dengan lafal tersebut ia mencari keridhaan Allah.” [HR. al-Bukhari, Kitab as-Shalah, Bab al-Masajid fi al-Buyut, dari ‘Itban ibn Malik) عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال: مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشَرَ رِقَابٍ وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْحَرِّ . [رواه مسلم، كتاب الذكر، باب فضل التهليل، نمرة: 28/2691، عن أبى هريرة] Artinya: “Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa mengucapkan ‘La ilaha illa Allah wahdahu la syarika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘ala kulli syai`in qadir’, dalam satu hari sebanyak seratus kali, maka (lafal jalalah tersebut) baginya sama dengan memerdekakan sepuluh hamba sahaya, dan dicatat baginya seratus kebaikan, dan dihapus daripadanya seratus kejahatan, dan lafal jalalah tersebut baginya menjadi perisai dari syaitan selama satu hari hingga waktu petang; dan tidak ada seorang pun yang datang (dengan membawa) yang lebih afdal, daripada apa yang ia bawa (ucapkan), kecuali orang yang mengerjakan lebih banyak dari itu. Dan barangsiapa mengucapkan ‘subhana-llah wa bi hamdih’ (Allah Maha Suci dan Maha Terpuji) dalam satu hari sebanyak seratus kali, maka dihapus kesalahan-kesalahannya, sekalipun seperti buih air panas yang mendidih.” [HR. Muslim, Kitab az-Zikr, Bab Fadlut-Tahlil, No. 28/2691, dari Abu Hurairah] عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ . [رواه مسلم، كتاب الذكر، باب فضل التهليل، نمرة: 32/2695، عن أبى هريرة] Artinya: “Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Sungguh, saya mengucapkan: ‘Subhana-llah wa al-hamdu lillah wa la Ilaha illa Allah wa Allahu Akbar’ (Maha Suci Allah dan segala puji hanya bagi Allah, dan tiada Tuhan yang pantas disembah kecuali Allah, dan Allah adalah Maha Besar) adalah lebih saya cintai daripada terbit matahari.” [HR. Muslim, Kitab az-Zikr, Bab Fadlut-Tahlil, No. 32/2695, dari Abu Hurairah] Ayat-ayat al-Qur`an dan hadits-hadits tersebut memberikan pengertian bahwa memperbanyak membaca tahlil adalah termasuk amal ibadah yang sangat baik, sehingga mereka yang memperbanyak tahlil dijamin masuk surga dan haram masuk neraka. Tentu saja tidaklah cukup hanya mengucapkannya, atau melafalkannya saja, melainkan harus menghadirkan hati ketika membacanya, dan merealisasikannya dalam kehidupan keseharian. Yaitu dengan memperbanyak amal shalih dan meninggalkan segala macam syirik, baik syirik besar maupun syirik kecil, yang dalam istilah Muhammadiyah; meninggalkan TBC: takhayyul, bid’ah dan khurafat. Takhayyul ialah mempercayai adanya khayalan datangnya bala atau musibah yang dibawa oleh makhluk Allah, seperti burung, burung hantu, kucing, ular dan sebagainya. Bid’ah ialah melakukan ibadah yang tidak pernah diajarkan dan tidak pernah diamalkan oleh Rasulullah SAW, atau oleh para shahabatnya. Khurafat ialah mempercayai kisah-kisah yang batil, seperti kisah Nyai Roro Kidul, yang katanya dapat membuat manfaat dan madharat, sehingga harus diberi sesaji, padahal laut adalah mahkluk Allah yang tidak dapat membuat manfaat dan madharat.Jika masih berbuat syirik, dan tidak beramal shalih, sekalipun membaca tahlil ribuan kali, tidak ada manfaatnya. Maka yang sangat penting sebenarnya ialah bahwa tahlil itu harus benar-benar diyakini dan diamalkan dengan berbuat amal shalih sebanyak-banyaknya. ============================= Maka yang dilarang menurut Muhammadiyah adalah upacaranya yang dikaitkan dengan tujuh hari kematian, atau empat puluh hari atau seratus hari dan sebagainya, sebagaimana dilakukan oleh pemeluk agama Hindu. Apalagi harus mengeluarkan biaya besar, yang kadang-kadang harus pinjam kepada tetangga atau saudaranya, sehingga terkesan tabzir (berbuat mubazir). =========================== Pada masa Rasulullah saw pun perbuatan semacam itu dilarang. Pernah beberapa orang Muslim yang berasal dari Yahudi, yaitu Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya, minta izin kepada Nabi saw untuk memperingati dan beribadah pada hari Sabtu, sebagaimana dilakukan mereka ketika masih beragama Yahudi, tetapi Nabi saw tidak memberikan izin, dan kemudian turunlah ayat: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ . [البقرة (2): 208]Artinya: “Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” [QS. al-Baqarah (2): 208]Menurut kami, yang dimaksud dengan situasi Islami adalah situasi yang sesuai dengan syari’at Islam, dan bersih dari segala macam larangan Allah, termasuk syirik, takhayyul, bid’ah, khurafat, dan lain-lainnya. Sumber: Majalah Suara Muhammadiyah, No. 11, 2003 https://www.suaramuhammadiyah.id/2016/02/02/membaca-al-quran-untuk-orang-yang-meninggal/ PUSTAKA PENDUKUNG DAN ANALISIS: https://almanhaj.or.id/2449-hukum-membacakan-al-quran-kepada-orang-mati-di-dalam-rumahnya.html https://rumaysho.com/11836-pandangan-madzhab-syafii-dalam-menghadiahkan-bacaan-al-quran.html ---------------------------------- DALIL DARI HINDU-JAWA Dalam agama Hindu ada semacam 'syahadat' keyakinan yang dikenal dengan Panca Sradha (Lima Keyakinan). Lima keyakinan itu meliputi percaya kepada Sang Hyang Widhi, Roh leluhur, Karma Pala, Samskara, dan Moksa. Dalam keyakinan Hindu roh leluhur (orang mati) harus dihormati karena bisa menjadi dewa terdekat dari manusia [Kitab Weda Smerti Hal. 99 No. 192]. Selain itu dikenal juga dalam Hindu adanya Samskara (menitis/reinkarnasi). Dalam Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal. 99, 192, 193 yang berbunyi: “Termashurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus dan seribu. Dalam buku media Hindu yang berjudul “Nilai-nilai Hindu dalam budaya Jawa, serpihan yang tertinggal” karya Ida Bedande Adi Suripto, ia mengatakan: “Upacara selamatan untuk memperingati hari kematian orang Jawa hari ke 1, 7, 40, 100, dan 1000 hari, jelas adalah ajaran Hindu.” Di dalam kitab Samawedha Samhita (kitab ajaran umat Hindu) buku satu, bagian satu, hal.20 yang berbunyi: "Purwacika prataka-prataka pramoredya rsi barawajah medantitisudi purmurti tayurwantara mawaeda dewata agni candra gayatri ayatna agna ayahi withaigrano hamyaditahi liltastasi barnesi agne". Yang artinya: "Lakukanlah pengorbanan pada orangtuamu dan lakukanlah kirim doa pada orangtuamu di hari pertama (1), ketiga (3), ketujuh (7), empat puluh (40), seratus (100), mendak pisan, mendak pindo". Di dalam prosesi menuju alam nirwana menghadap ida sang hyang widhi wasa mencapai alam moksa, diperintahkan untuk selamatan atau kirim do’a pada 1 harinya, 2 harinya, 7 harinya, 40 harinya, 100 harinya, mendak pisan, mendak pindho, nyewu (1000 harinya). Telah jelas bagi kita pada awalnya HITUNGAN HARI macam ajaran ini berasal dari agama Hindu, selanjutnya umat islam di pulau Jawa, mulai memasukkan ajaran-ajaran islam dicampur kedalam ritual ini. Menjadi Sinkretisme (pencampur-adukan hal agama), Bid'ah! Disusunlah rangkaian wirid-wirid dan doa-doa serta pembacaan Surat Yaa Siin kepada si mayit dan dipadukan dengan ritual-ritual selamatan pada hari ke 7, 40, 100, dan 1000 yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi dan para sahabatnya. Yang bahkan antara satu buku Yaa Siinan dengan lainnya, sampai ada bermacam-macam versi! Yang dapat pula seenak kehendak, seenak hati si pelakunya. Belum lagi makan-makan dan 'amplopan' mengikutinya. Dan lain-lain. Di Nusantara, ini TIDAK DILAKUKAN WARGA MUHAMMADIYAH (1912) Al Irsyaad (1914), Persis (1923), sebagian besar warga DDII (1967), Hidayatullah (1974), Wahdah Islamiyah (1988), HASMI (2005), Puldapii (2017), dll. DAN JELAS SEKALI tidak dilakukan rosuululloh Muhammad - shollollohu 'alaihi wa sallam - dan semua Ahlul Baitnya, semua Sahabat Nabi, rodhiyollohu 'anhum. Juga tidak dilakukan para Tabi'iin, para Tabi'ut Tabi'iin. Tidak dilakukan Imaam Yang Empat (Imaam Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, Ahmad bin Hanbal). Tidak dilakukan semua murid Imaam Yang Empat. Tidak ditemui di masa kerajaan Islaam Daulah Islaamiyyaah Umayyah, Abbasiyyaah, Mamluk, Sholahudin Al Ayyubi, Turki Utsmaniyyaah, dst. Baru ditemukan di Jawa. Dan tidak pula dilakukan mayoritas umat Islaam dunia, misalnya di negara Arab Saudi, Oman, Yaman, Qatar, Kuwait, UEA, Mesir, Pakistan, Tajikistan, Turkistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Kazakhstan, Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Inggris, Amerika, Jerman, dll. ➖➖➖➖➖➖➖ TUGAS WALI SONGO MENGISLAAMKAN JAWA DAN MEMBERANTAS TAKHAYYUL - BID’AH - KHUROFAT SERTA BERBAGAI KEMAKSIATAN BELUM SELESAI Oleh: JAPRI (Jaringan Penjaga Risalah Islaam) Bismillaah. Islaam, adalah agama yang dinamai oleh Beliau - Allaah, Tuhan Yang Maha Esa - sendiri. Berbeda dengan penamaan agama-agama lain yang kita kenal kini, yang dinamai oleh pengkiutnya sendiri (dan mereka ubahi isi ajarannya). Lihat, sebagai salah satu dalil yang mudah dari banyak dalil, di Al Qur'aan surah Al Maaidah ayat 3. Dan ini, adalah sebagai agama sejak awal jaman (dalam Tawhiid, Ketuhanan Yang Maha Esa), dan menjadi standar final yang berlaku sampai Akhir Jaman (Kiamat) bahkan sampai Akhirat. Bukan agama Arab, karena ribuan nabi dan rosul itu berasal dari semua etnis, kaum, golongan. Dalam satu urusan: tentang Ketuhanan Yang Maha Esa. Mengatur lengkap semua aspek, sisi, detail kehidupan. "Sejak manusia bangun tidur, hingga tidur kembali, dan bahkan saat dia tidur", demikian istilah yang populer di kalangan para ulama. Dan ada sebanyak 124.000 nabi dan rosul, sejak awal jaman, diutusNya. Di BumiNya, yang konon - menurut Sains - telah berusia sekitar hampir 5 milyar tahun ini. Tentu saja, Allaah, Al Ilaah, Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tak akan membiarkan manusia dan jin hidup di Bumi, di DuniaNya, sampai tanpa petunjukNya. Dan beruntunglah, salaamah - lah (selamatlah) orang yang mau menurutinya. Apalagi, karena memang telah dipertunjukkan di berbagai keterangan Al Qur'aan, Hadits, Tarikh (Sejarah), dsb., bahwa memang selalu ada kaum manusia dan jin, yang mengubahinya, menyesatkan! Maka telah diutuslah, Rosuululloh (Utusan Allaah, atau Utusan Tuhan Yang Maha Esa) yang terakhir. Sekaligus sebagai tanda bahwa ini memang telah masa Akhir, menuju puncak Akhir Jaman. Beliau bernama Muhammad (atau Ahmad) - shollollohu ‘alaihi wa sallam - menerima risalah, ajaran, hukum, kabar gembira, peringatan, dsb. melalui firmanNya, yang disampaikan oleh malaikat Jibril ‘alaihis salaam. Bahkan termasuk Bisyaroh atau berita tentang apa yang akan terjadi di masa depan sepeninggal (sesudah wafatnya) rosuululloh Muhammad (atau Ahmad) - shollollohu ‘alaihi wa sallam - yang bahkan - maa syaa Allaah - satu per satu memang terjadi, dibuktikanNya. Misalnya mengenai akan adanya gedung-gedung tinggi di jaziroh Arabia (kini kita lihat di Kuwait, Qatar, Oman, UEA, Saudi, setidaknya), perang-perang utama (di Syam (Palestina, Suriah, Libanon, Yordania), di Iraq, di Yaman, setidaknya), Riba yang memang menggurita, Zinah yang jadi mudah, Khamr yang ditawarkan dengan berbagai muslihat bentuk, beredarlah beraneka kebohongan dan kecurangan, adanya Ruwaibidhoh (ornag bodoh yang menguasai urusan masyarakat-umat, memerintah), adanya Ulama Suu' (orang kira dia adalah ulama namun sebenarnya adalah orang penyesat, perusak), adanya pengkhianatan-kecurangan yang meluas, kaum penjaga kemananan (penegak hukum, macam polisi, jaksa, hakim, dsb) yang malahan dimurkai Allaah karena mereka adalah penjahat berselubung, dll. Termasuk bahwa sepeninggal rosuululloh Muhammad (atau Ahmad) - shollollohu ‘alaihi wa sallam - akan ada Bid’ah. Yang Bid’ah ini, justru menimbulkan perpecahan, firqoh-firqoh, aliran-aliran, hingga - sesuai hadits - akan ada puluhan, 73 golongan yang semuanya mengaku sebagai penganut, pelaksanan ajaran Islaam yang paling benar! Namun 72 di antaranya salah, dan (berisiko) masuk (atau sementara akan di) Neraka! Hanya satu yang benar-benar selamat, yakni yang benar-benar murni mengikuti, dan menjalankan ajaran Muhammad (atau Ahmad) - shollollohu ‘alaihi wa sallam - yang diajarkan kepada para Shahabah Nabi (Sahabat Nabi), yang lalu diteruskan ke generasi Tabi’iin, dan ke generasi Tabi’ut Tabi’iin, yang 3 generasi mereka ini masih dijamin Allaah sebagai yang terbaik, terbenar. Dan selamatlah siapapun yang mengikuti mereka. Yang di masa menjelang Akhir Jaman ini, memang diberitahukan kepada kita melalui Hadits, bahwa yang menegakkan As Sunnah - yang dapat diperincikan menjadi banyak aspek di hal ibadah, manajemen, hukum, sosial, ekonomi, politik, bisnis, keamanan, pertahanan, dll. - akan macam "menggenggam bara api", namun juga akan menerima balasan setara 50 kali lipat para Shahabah Nabi! Mari kita lihat, pelaksanaaannya di Nusantara. Diketahui, dan sudah diverifikasi, Sumatra menerima Islaam lebih dulu daripada Jawa. Sebelum masa Wali Songo di Jawa. Bahkan penelitian terakhir, 'versi islaam' yang masuk ke Sumatra, sudah sejak masa rosuululloh Muhammad (atau Ahmad) - shollollohu ‘alaihi wa sallam - belum wafat, masih beramar ma'ruf nahi munkar, masih berda'wah. Dan diketahui pula, pengaruh serta kekuatan Geopolitik penguasa Jawa di masa silam - ahkan kiranya berisaa sampai kini - dikenal sarat akan legenda, mitos, simbolisme, cerita rakyat, kepercayaan, sangkaan, dsb. Sementara Takhayyul, Bid'ah, Khurofat, biasanya berkaitan dengan legenda, mitos, simbolisme, cerita rakyat, kepercayaan, sangkaan, dsb. Termasuk sampai di Nusantara yang pernah mengalami masa dominasi Animisme, Dinamisme, Buddha, Hindu, dst. Perjuangan Wali Songo Sejak dulu, di kalangan Wali Songo, tim para da’i yang berda’wah di Jawa, yang dikenal dikirim sebagai utusan Kerajaan Islaam Turki Utsmaniyyaah untuk syi'ar Islaam terbagi menjadi dua kelompok, yakni: (1) Golongan Putihan, yang menda’wahkan Islaam, Tawhiid, yang murni dengan pemahaman standar (manhaj) sesuai kaum Salafush Sholih (para Sahabat Nabi, para Tabi’iin, para Tabi’ut Tabi’iin, dan para pengikut mereka, termasuk Imaam Madzhab Yang Empat. (2) Golongan Abangan, yang masih berupaya ‘memutar’, membungkus da’wah murni Tawhiid, dengan mengubah budaya lokal Jawa atau Kejawen (yang sebenarnya adalah masih terpengaruh Dinamisme, Animisme, Simbolisme, Hindu, Buddha, dsb.) bertahap. Dan konon, dalam bahasa dan kebudayaan Jawa, kota Jombang di Jawa Timur, daerah asal atau pusat salah-satu organisasi massa Islaam di Nusantara bernama Nahdlatul Ulama (NU) yang berdiri sejak tahun 1926 Masehi, adalah berasal dari gabungan kata "Ijo" (hijau), sebagai lambang 'versi Sufi-mistikus' dari Islaam, dan "Abang" (merah) sebagai lambang kebudayaan Jawa yang bertanah merah "lemah abang". Maka ada dokumen sejarah Wali Songo yang berjudul "HET BOOK VAN BONANG" di perpustakaan Leiden, di negeri Kerajaan Belanda. Ditulis oleh Sunan Bonang pada abad XV Masehi, yang berisikan tentang ajaran-ajaran Islaam, dan yang berkaitan dengannya. Di antaranya, ada yang menarik di dalamnya, menceritakan tentang kebijakan Sunan Ampel yang memperingatkan Sunan Kali Jogo yang dikenal masih melestarikan 'Selamatan Jawa (Kejawen)'. ”Jangan ditiru perbuatan semacam itu, karena termasuk Bid’ah”, demikianlah nasihat Sunan Ampel yang dianggap senior dari jajaran tim Wali Songo tersebut, ayah dari Sunan Giri dan anak dari Maulana Malik Ibrahim. Sunan Kali Jogo menjawab, “Biarlah nanti generasi setelah kita, ketika Islaam telah tertanam di hati masyarakat, yang akan menghilangkan budaya Tahlilan itu.” Demikian. Siapa di antaramu yang mau meneruskan perjuangan pemurnian pelaksanaan Islaam di Jawa-Nusantara ini? Lanjutkanlah, jika kau mengaku mengagumi, mengikuti, mencintai Wali Songo. Dalam buku "Kisah Dan Ajaran Wali Songo" yang ditulis H. Lawrens Rasyidi dan diterbitkan Penerbit Terbit Terang, Surabaya, juga mengupas panjang-lebar mengenai masalah ini. Kelompok 'pecahan' Wali Songo yang dikenal sebagai kelompok kaum ‘Abangan’, macam Sunan Kali Jogo, Sunan Bonang, Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati dan Sunan Muria, berbeda pandangan mengenai menyikapi adat-istiadat sisa Kejawen itu, dengan Sunan Ampel, Sunan Giri, dan Sunan Drajat yang dikenal sebagai: kaum ‘Putihan’. Sunan Kali Jogo mengusulkan agar adat-istiadat lama seperti Selamatan (termasuk Selamatan Kematian), bersaji atau Sesajen, Wayang dan Gamelan dimasuki rasa keislaaman. Sunan Ampel berpandangan lain: “Apakah tidak mengkhawatirkannya di kemudian hari bahwa adat-istiadat dan upacara lama itu, nanti dianggap sebagai ajaran yang berasal dari agama Islam? Jika hal ini dibiarkan nantinya akan menjadi Bid’ah?” Sunan Kudus menjawab beliau, bahwa ia mempunyai keyakinan bahwa di belakang hari ada yang menyempurnakannya (hal 41, 64). Demikian. Siapa di antaramu yang mau meneruskan perjuangan pemurnian pelaksanaan Islaam di Jawa-Nusantara ini? Lanjutkanlah, jika kau mengaku mengagumi, mengikuti, mencintai Wali Songo. Di keterangan lain, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Gunung Jati dan terutama Sunan Giri berusaha sekuat tenaga untuk menyampaikan ajaran Islaam secara murni , baik tentang aqidah maupun ibadah. Dan mereka menghindarkan diri dari bentuk Sinkretisme/mencampurkan, memadukan ajaran Hindu dan Budfha dngn Islam. Tetapi sebaliknya Sunan Kudus, Sunan Muria dan Sunan Kalijaga mencoba menerima sisa-sisa ajaran Hindu dan Budha di dalam menyampaikan ajaran Islam. Mencampurkannya. Sampai saat ini budaya itu masih ada di masyarakat kita, seperti Sekatenan (Syahaadatain), Ruwatan, Sholawatan, Tahlilan, Nujuh Bulanan dll. Sumber: Abdul Qadir Jailani, "Peran Ulama dan Santri Dalam Perjuangan Politik Islam di Indonesia", halaman 22-23, Penerbit P. T. Bina Ilmu. Salah satu catatan menarik yang terdapat dalam dokumen “Het Book van Bonang” itu adalah peringatan dari Sunan Bonang kepada umat untuk selalu bersikap saling membantu dalam suasana cinta-kasih, dan mencegah diri dari kesesatan dan Bid’ah, sebagai berikut: “Ee … mitraningsun! Karana sira iki apapasihana sami-saminira Islam lan mitranira kang asih ing sira lan anyegaha sira ing dalalah lan bid’ah.” Artinya: “Wahai saudaraku … Karena kalian semua adalah sama-sama pemeluk Islam maka hendaklah saling mengasihi dengan saudaramu yang mengasihimu. Kalian semua hendaklah mencegah dari perbuatan sesat dan Bid’ah.” Dokumen ini adalah sumber tentang Wali Songo yang dipercayai sebagai dokumen asli dan otentik, yang tersimpan di Museum Leiden, Belanda. Dari dokumen ini telah dilakukan beberapa kajian oleh beberapa peneliti independen. Di antaranya thesis dari Dr. Bjo Schrieke tahun 1816, dan Thesis Dr. Jgh Gunning tahun 1881, Dr. Da Rinkers tahun 1910 , dan Dr. Pj Zoetmulder Sj, tahun 1935. Demikian. Siapa di antaramu yang mau meneruskan perjuangan pemurnian pelaksanaan Islaam di Jawa-Nusantara ini? Lanjutkanlah, jika kau mengaku mengagumi, mengikuti, mencintai Wali Songo. Apalagi jika mengaku mengagumi, mengikuti, mencintai rosuululloh Muhammad (atau Ahmad) - shollollohu ‘alaihi wa sallam - yang jelas tidak pernah mengajarkan dan melakukan itu semua. Tinjauan Islaam Dan Ilmu Perbandingan Agama Mengenai ‘Tahlilan’ dan Yang Berkaitan Dalam agama Hindu ada semacam 'syahadat' keyakinan yang dikenal dengan Panca Sradha (Lima Keyakinan). Lima keyakinan itu meliputi percaya kepada Sang Hyang Widhi, Roh leluhur, Karma Pala, Samskara, dan Moksa. Dalam keyakinan Hindu roh leluhur (orang mati) harus dihormati karena bisa menjadi dewa terdekat dari manusia [Kitab Weda Smerti Hal. 99 No. 192]. Selain itu dikenal juga dalam Hindu adanya Samskara (menitis/reinkarnasi). Dalam Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal. 99, 192, 193 yang berbunyi: “Termashurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus dan seribu. Dalam buku media Hindu yang berjudul “Nilai-nilai Hindu dalam budaya Jawa, serpihan yang tertinggal” karya Ida Bedande Adi Suripto, ia mengatakan: “Upacara selamatan untuk memperingati hari kematian orang Jawa hari ke 1, 7, 40, 100, dan 1000 hari, jelas adalah ajaran Hindu.” Di dalam kitab Samawedha Samhita (kitab ajaran umat Hindu) buku satu, bagian satu, hal.20 yang berbunyi: "Purwacika prataka-prataka pramoredya rsi barawajah medantitisudi purmurti tayurwantara mawaeda dewata agni candra gayatri ayatna agna ayahi withaigrano hamyaditahi liltastasi barnesi agne". Yang artinya: "Lakukanlah pengorbanan pada orangtuamu dan lakukanlah kirim doa pada orangtuamu di hari pertama (1), ketiga (3), ketujuh (7), empat puluh (40), seratus (100), mendak pisan, mendak pindo". Di dalam prosesi menuju alam nirwana menghadap ida sang hyang widhi wasa mencapai alam moksa, diperintahkan untuk selamatan atau kirim do’a pada 1 harinya, 2 harinya, 7 harinya, 40 harinya, 100 harinya, mendak pisan, mendak pindho, nyewu (1000 harinya). Telah jelas bagi kita pada awalnya hitungan hari macam ajaran ini berasal dari agama Hindu, selanjutnya umat islam di pulau Jawa, mulai memasukkan ajaran-ajaran islam dicampur kedalam ritual ini. Menjadi Sinkretisme (pencampur-adukan hal agama), Bid'ah! Disusunlah rangkaian wirid-wirid dan doa-doa serta pembacaan Surat Yaa Siin kepada si mayit dan dipadukan dengan ritual-ritual selamatan pada hari ke 7, 40, 100, dan 1000 yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi dan para sahabatnya. Yang bahkan antara satu buku Yaa Siinan dengan lainnya, sampai ada bermacam-macam versi! Yang dapat pula seenak kehendak, seenak hati si pelakunya. Belum lagi makan-makan dan 'amplopan' mengikutinya. Dan lain-lain. Di Nusantara, ini tidak dilakukan warga Muhammadiyah (1912) Al Irsyaad (1914), Persis (1923), seluruh atau sebagian besar warga DDII (1967), Hidayatullah (1974), Wahdah Islamiyah (1988), HASMI (2005), Puldapii (2017), dll. Dan jelas sekali tidak pernah diajarkan, dilakukan rosuululloh Muhammad - shollollohu 'alaihi wa sallam - dan semua Ahlul Baitnya, semua Sahabat Nabi, rodhiyollohu 'anhum. Di masa itu. Juga tidak dilakukan para Tabi'iin, para Tabi'ut Tabi'iin. Termasuk para Ahlu Bait Nabi yang generasi para murid mereka. Tidak dilakukan Imaam Yang Empat (Imaam Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, Ahmad bin Hanbal). Tidak dilakukan semua murid Imaam Yang Empat. Tidak ditemui di masa kerajaan Islaam Daulah Islaamiyyaah Umayyah, Abbasiyyaah, Mamluk, Sholahudin Al Ayyubi, Turki Utsmaniyyaah, dst. Baru ditemukan di Jawa. Dan tidak pula dilakukan mayoritas umat Islaam dunia, misalnya di negara Arab Saudi, Oman, Yaman, Qatar, Kuwait, UEA, Mesir, Pakistan, Tajikistan, Turkistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Kazakhstan, Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Inggris, Amerika, Jerman, dll. Maka, tega kah engkau membiarkan masyarakat Jawa tetap demikian? Keadaan semakin kompleks, karena kaum Jawa ini, dengan 'Kejawaannya' (Kejawennya) sudah menyebar pula, terutama sejak kebijakan Transmigrasi sejak masa Orde Baru. Yang herannya, sebagiannya tetap tak mau belajar. Meneruskan kebiasaan saja! Kebiasaaan bapaknya, ibunya, kakeknya, nenek-moyangnya. Tak perduli bahwa tak ada satu pun dalil yang menjamin kebenaran kebiasaan itu! Jadi, tega kah engkau membiarkan masyarakat Jawa - dan yang terpengaruh olehnya - tetap demikian? Sedangkan sudah ada jaminan, bahwa Bid'ah memang sesat, dan kesesatan akan berujung ke Neraka, yang di Dunia saja, ini akan menimbulkan 72 firqoh sesat dan memang akan ke Neraka pula? Kalau anda sehat dalam berislaam, tentu jawaban anda: "Tidak!" Justru karena Islaam adalah rahmatan lil 'aalamiiin, maka segala kemungkaran, dalam perintah wajibnya Amar Ma'ruf Nahi Munkar, maka segala bentuk Takhayyul, Bid'ah, Khurofat, hingga segala kejahatan macam kemaksiatan Politik, Hukum, Ekonomi, Bisnis, Manajemen, Sosial, Budaya, Keamanan, dsb., harus: Dikembalikan seusai kemauanNya. Atau keselamatan tidak akan dijamin olehNya! Itu, kalau kamu benar-benar mencintai Allaahmu! ➖➖➖➖➖➖ *🌿MASIH PERCAYA KEBOHONGAN SYI'AH DAN MUSUH ISLAM BAHWA GOLONGAN WAHABI ITU ADA?* Sungguh menyedihkan bahwa sebagian kaum Muslimiin Indonesia larut turut dalam kesalahan bahkan kebodohan, akibat tak belajar benar. Mau saja dihasut dengan kesalahan sebut dari kaum Inggris jaman dulu, yang lalu dimanfaatkan Syi'ah, Komunis, Mistikus, musuh-musuh Islaam untuk memecah belah sesama Ahlus Sunnah. Namun sudah banyak pula yang sadar bahwa SYI'AH SEDANG MENCOBA MENDEKATI MASSA NU YANG BANYAK ITU, melalui rayuan seakan-akan banyak ritual 'khas' NU, adalah SAMA dengan ritual Syi'ah. Ini ada benarnya, walaupun tidak sepenuhnya. Karena NU juga mengadopsi, membolehkan Sufi. Sedangkan Sufi, membesar bersamaan dengan Syi'ah, utamanya di masa kekholifahan Abbasiyyaah! Mereka ada saling mempengaruhi, satu sama lainnya. Tetapi ... NU generasi pertama (1926), ADALAH BANYAK KESAMAANNYA dengan Muhammadiyah (1912), Al Irsyaad (1914), dan Persatuan Islam/Persis (1923). Tidak seperti mayoritas kaum Nahdliyyiin kini. Bahkan fatwa dari KH Hasyim Asy'ary tegas MELARANG NAHDLIYYIIN MENDEKATI, MEMPELAJARI, DAN MENGIKUTI SYI'AH. Satu hal yang ironis kini, karena KH Said 'Aqil Siradj (SAS) Ketum PB NU, adalah dikenal sebagai pendukung Syi'ah dan Liberalisme kini! Jadi ... Sudah lama dibahas - juga di media ini - mengenai betapa bodohnya dan tidak mungkinnya sebutan, dan ada golongan 'Wahabi'. Berdasarkan keterangan pakar Tata Bahasa, 'ulama 'Aqidah Ahlus Sunnah, dan Tarikh (Sejarah). Termasuk dari Buya HAMKA Ketua Umum MUI pertama, dan Habib Ahmad bin Zen Alkaff, dan banyak 'ulama serta pakar sedunia. Itu adalah kesalahan sebut Inggris terhadap kaum Muslimiin, Ahlus Sunnah Wal Jama'ah di jazirah Arabia Tengah (kini sebagian besarnya menjadi Arab Saudi), dan kesalahkaprahan ini lalu dimanfaatkan Syi'ah untuk mengadu-domba Muslimiin, bahkan dengan berbagai tambahan kebohongan. 🔶Dalam tinjauan Tata Bahasa Arab, karenanya, TIDAK MUNGKIN disebut 'Wahabi' karena sebutan ini secara gegabah dan salah dinisbatkan kepada (Syaikh) MUHAMMAD bin 'Abdul Wahhab At Tamimi (dari Bani Tamim, Quraisy). Beliau seorang guru agama Ahlus Sunnah wal Jama'ah, dengan mengikuti pemahaman (manhaj) kaum Salafush Sholih/kaum Pendahulu Yang Salih (*) yang mengajarkan semua sistem Madzhab Fiqh, namun lebih menyenangi Madzhab Hanbali (dan ini wajar saja dan diperbolehkan dalam Islaam). Keterangan: (*) Mereka adalah seluruh 124.000 nabi dan rosul beserta ummah/muridnya masing-masing. Khususnya Rosuululloh Muhammad - shollollohu 'alaihi wasallam - dan 3 generasi pertama murid beliau yang dijamin terbaik, yakni generasi Shahabah Nabi, generasi Tabi'iin, dan generasi Tabi'ut Tabi'iin. Nama beliau sendiri tentu saja adalah "Muhammad", dan nama ayahnya, karenanya, adalah 'Abdul Wahhab At Tamimi (artinya, dari keluarga Quraisy terhormat Bani Tamim). Maka seharusnya secara Tata Bahasa, pengikutnya disebut "Muhammadi" atau "Muhammadiyyah". Bukan "Wahhabi". 🔶Lebih lagi, dalam tinjauan standar 'Aqidah Islaamiyyah, TIDAK MUNGKIN mereka disebut 'Wahabi' atau 'Wahhabi', karena nama "Al Wahhab" itu adalah nama ALLAH. Dan secara 'aqidah, manusia tidak dibenarkan memakai nama ALLAH: "Al Wahhab" (kecuali dengan didahului kata "Abdul" atau "hamba dari"). Dan karenanya - walaupun artinya bagus - tidak wajar pula menyebut Muslimiin sebagai "Wahhabi" (Pengikut ALLAH Al Wahhab). 🔶Dan dalam tinjauan Tarikh (Sejarah), TIDAK MUNGKIN pula pengikut Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab At Tamimi disebut 'Wahabi', karena yang disebut demikian adalah pengikut 'Abdul Wahhab bin Rustum, seorang Khowarij (ekstrimis) di Abad III-IV Hijriyyah. Sementara Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab At Tamimi tersebut hidup di Abad XII-XIII Hijriyyah, dan adalah seorang guru agama Ahlus Sunnah wal Jama'ahbiasa. Tetapi ada usaha mengesankan keduanya adalah sama. Utamanya untuk membangun propaganda kebencian terhadap Ahlus Sunnah, terhadap Madzhab Hambali, terhadap Arabia/Arab Saudi. Biasanya dari agen-agen laten atau terbuka dari kalangan Syi'ah, Orientalis, Komunis, dll., dan yang terpengaruh oleh mereka, sadar atau tidak. Dan ingatlah ... 🔶Di Nusantara/Indonesia, sejak dulu yang dimaki sebagai Wahabi atau Wahhabi dengan SEENAKNYA adalah: 🔹Imam Bonjol dan semua Muslimiin Minangkabau (Sumatra Barat) yang pada dasarnya biasanya adalah bergabung di "Muhammadiyah" (setelah organisasi Islam "Muhammadiyah" berdiri). 🔹Muhammadiyah, organisasi Islam yang TERTUA di Nusantara dan masih ada (berdiri di tahun 1912 dengan akta Notaris resmi di tahun 1914 di Yogyakarta), dan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. 🔹Al 'Irsyaad Al Islamiyyah (1914 dan resmi di 1915 di Surabaya) dan kaum jama'ah keturunan Arab non 'Alawiyyiin/Non Habaib. 🔹Persatuan Islam/Persis (1923 di Bandung) 🔹Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia/DDII (1967 di Jakarta) 🔹Hidayatullah (1973) 🔹Wahdah Islamiyah (1988) 🔹HASMI (2005) 🔹Buya HAMKA, Ketua Umum MUI pertama, tokoh Muhammadiyah, serta Pujangga/Sastrawan nasional. 🔹Syaikh DR. Muhammad Natsir, Perdana Menteri RI pertama, Pahlawan Nasional RI, dan pendiri DDII. 🔹Syaikh Ahmad Hassan, tokoh Persis dan salah satu guru Bung Karno. 🔹Bung Karno, aktivis Muhammadiyah, anggota Muhammadiyah sampai meninggalnya, dan Proklamator RI, Presiden I RI. 🔹Bung Hatta, aktivis Muhammadiyah dan Proklamator RI, Wakil Presiden I RI. 🔹Ustadz dan Panglima Besar Jenderal Sudirman, warga Muhammadiyah dan gerakan kepanduannya. 🔹Syaikh Haji Agus Salim. 🔹Kaum muslimiin Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang berusaha meneladani kaum Salafush Sholih (yakni Rosululloh shollollohu 'alaihi wasallam dan para Sahabat Nabi lalu para Tabi'iin dan lalu para Tabi'ut Tabi'iin) yang DIJAMIN ALLAH sebagai yang terbaik, sebagai Salafiyyuun. Dll. 🌿🔶Hanya karena mereka tidak mau memperingati kematian dan makan-makan di hari hitungan Hindu (hari ke 1, 3, 7, 40, 100, 1000), tetap ziarah kubur namun tidak mau mengkeramatkan kuburan dan beribadah di sana, tidak selalu berqunut kecuali ada musibah, tidak membaca basmalah dengan jahr saat Al Fatihah dan Surah2 lain, tidak merayakan Maulid karena ini dari kebiasaan Syi'ah, tidak Haul, tidak berdzikr kencang-kencang juga berjama'ah apalagi memakai musik, tidak suka Mistik, tidak menyanyi Barzanji, biasanya berjenggot, biasanya bercelana cingkrang tidak isbal, berhijab syar'i, Anti Syi'ah, Anti Komunis, Anti Penjajahan Kolonialisme, Anti Yahudi Zionis, Pro Palestina, Pro Syari'ah, dll.❗ Dimaki sebagai Wahabi❓ Padahal mungkin saja merekalah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah yang lebih sejati, in syaa Allah. ☺🌸🌺🌿🌿🌿🌿

Minggu, 11 September 2022

PEPATH MINANG(ladiang minang)

LADIANG MINANG Saumpamo baladiang maja, bao malagak iliah jo mudiak, lai diayun indak mamutuih, urang maliek galak bagumam. Aka kok indak basanda iman, tak basitumpu kapado tauhid, pikiran lia baangan-angan, asik balenong baputa-puta, acok mancari jalan mailak, suko tagak di pimbatang, urang baluluak liau basorak. Kutiko rapek bakalalaran, tibo barundiang mancari karuah, baprinsip lungga bapaham guyah, manjadi miang di nan rami. Itulah aka tak diridhoi. Adopun sabaliaknyo, Saumpamo lai baladiang tajam, alun diayun catuak lah putuih, rundiang sudah, kusuik salasai . Jikok aka janiah pikiran sampai, prinsip tagok paham pun padek, alemu langkok kaji pun putuih, buahnyo Akhlakul Karimah. Suko manolong namuah mambantu siap bakubang mandi kudo, bakeh basanda jo basitumpu, ka tampek tanyo jo barito buek mangadu rang nan banyak, Itulah aka nan diridhoi. Walau bakato balunak lambuik, bamuluik manih kucindan murah, tapi prinsip indak batuka, bapaham pantang baraliah. Jikok muluik manih buek manipu kalau cadiak untuak mangicuah, laku manuka cupak jo gantang, awak mandapek urang marugi, munapiak diri kato agamo, sansaro sampai ka akhiraik. *** Oiii nak kanduang dibadan ayah, kamanakan didiri mamak, ikolah tuah sabana tuah, harkat dirinyo urang Minang. Ladiang Minang bukanlah baja, karih Minang bukannyo basi, tapi, hati nan janiah, aka nan bana, pikiran batua, lidah nan luruih, sarato parangai nan bakurenah. Asah ladiang aka jo pikiran, nakan, patajam karih bathin jo budi, nak pambangkik batang tarandam, Minangkabau kumbali bakilek lai.

BERPISAH DG DUNIA

ودعتك الرحمن يادنيا البشر لم يعد لي فيك وقت أو مقر Aku berpamitan denganmu wahai dunianya manusia untuk menuju Allah yang Maha Pengasih, Aku sudah tidak punya waktu atau kesempatan menetap مر من عمري كثير وانقضى إنما الدنيا علىٰ كف القدر Umurku sudah banyak berlalu dan akan habis ,Sesungguhnya dunia ada di genggaman takdir ازف الوقت ليوم اخر تسكن الروح جنان المستقر Telah tiba waktu untuk hari lain, Dimana ruh akan tenang menetap di surga فاذكروني حيث لاذكر سوى دعوات تملأ القبر زهر Maka ingatlah aku di saat diriku tak bisa diingat,Kecuali dalam do'a-do'a yang memenuhi kubur dengan bunga بسر أسرار الفاتحة

MANUSIA DICULIK JIN ????

Bisa kah manusia diculik bangsa Jin? Apa pandangan syariat mengenai pencurian jin? Pertama: Bahwasanya manusia bisa dicuri dan ditawan oleh bangsa jin. Dan ini pernah kejadian di zaman Umar bin Khattab radhiyallahu anhu. Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Abi Laila: أن رجلا من قومه من الأنصار خرج يصلي مع قومه العشاء فسبته الجن ففقد فانطلقت امرأته إلى عمر بن الخطاب رضي الله عنه فقصت عليه القصة فسأل عنه عمر قومه فقالوا: نعم خرج يصلي العشاء ففقد فأمرها " أن تربص أربع سنين، فلما مضت الأربع سنين أتته فأخبرته فسأل قومها فقالوا: نعم فأمرها أن تتزوج فتزوجت فجاء زوجها يخاصم في ذلك إلى عمر بن الخطاب رضي الله عنه فقال عمر بن الخطاب رضي الله عنه: " يغيب أحدكم الزمان الطويل لا يعلم أهله حياته " , فقال له: إن لي عذرا يا أمير المؤمنين قال: وما عذرك؟ قال: خرجت أصلي العشاء فسبتني الجن فلبثت فيهم زمانا طويلا فغزاهم جن مؤمنون أو قال: مسلمون شك سعيد فقاتلوهم فظهروا عليهم فسبوا منهم سبايا فسبوني فيما سبوا منهم فقالوا: نراك رجلا مسلما ولا يحل لنا سبيك فخيروني بين المقام وبين القفول إلى أهلي فاخترت القفول إلى أهلي فأقبلوا معي أما بالليل فليس يحدثوني وأما بالنهار فعصار ريح أتبعها فقال له عمر رضي الله عنه: " فما كان طعامك فيهم؟ " قال: الفول وما لم يذكر اسم الله عليه , قال: فما كان شرابك فيهم؟ قال: الجدف قال قتادة: والجدف ما لا يخمر من الشراب قال: فخيره عمر رضي الله عنه بين الصداق وبين امرأته “Bahwasanya ada seseorang dari kaumnya dari kalangan Anshar sedang keluar untuk shalat isya’ bersama kaumnya. Kemudian bangsa jin menawannya dan hilanglah dirinya. Maka istrinya pergi menuju Umar bin Khattab radhiyallahu anhu dan menceritakan kepadanya kisah yang terjadi. Kemudian Umar bertanya kepada kaumnya tentang lelaki ini. Maka mereka berkata: ‘Iya, dia keluar untuk shalat isya namun kemudian hilang’. Maka Umar memerintahkan wanita tersebut untuk menunggu selama 4 tahun. Dan ketika telah lewat 4 tahun, wanita tersebut datang kembali kepada Umar. Maka Umar bertanya kepada kaumnya, dan mereka berkata: ‘Iya’ (isyarat agar wanita tadi menikah lagi). Maka Umar memerintahkan wanita tersebut untuk menikah lagi dan dia pun menikah. Ternyata suaminya pulang kembali dan berseteru dengan Umar bin Khattab radhiyalllahu anhu dalam masalah ini. Maka Umar pun berkata: ‘Salah seorang dari kalian pergi selama rentang waktu yang panjang dan keluarganya sama sekali tidak mengetahui kehidupannya?!’ Maka dia pun berkata: ‘Sesungguhnya aku memiliki udzur wahai Amiirul Mukminin (umar)’. Maka Umar bertanya: ‘Apa udzurmu?’ Dia menjawab: ‘Aku keluar untuk shalat isya dan bangsa jin menawan diriku sehingga aku tinggal di alam mereka selama rentang waktu yang cukup lama. Kemudian bangsa jin mukmin memerangi mereka. Maka mereka berperang dan jin muslim yang menang. Maka jin muslim menawan tawanan kafir dan juga menawan diriku. Maka bangsa jin muslim berkata: ‘Kami melihatmu adalah orang muslim dan kami tidak halal untuk menawan dirimu’. Maka mereka memberikan kepada ku sebuah pilihan antara tinggal bersama mereka atau kembali pulang kepada keluargaku. Maka aku memilih untuk pulang kepada keluargaku. Adapun pada malam hari maka mereka tidak berbicara kepadaku. Adapun siang hari maka ada angin yang bertiup sehingga aku mengikuti angin tersebut dan keluar dari alam mereka. Maka Umar bertanya: ‘Lantas apa makananmu ketika berada di alam jin?’ Dia menjawab: ‘Makananku adalah kacang-kacangan dan segala makanan yang tidak disebutkan bismillah’. Umar kembali bertanya: ‘Kemudian apa minumanmu ketika berada di alam jin?’ Dia menjawab: ‘Minumanku adalah Al-Jadaf.’ Qatadah berkata: ‘Al-Jadaf adalah minuman-minuman yang tidak ditutup.’ Maka Umar radhiyallahu anhu memberikan pilihan untuknya antara memilih istrinya kembali kepadanya atau memilih mahar.” (HR. Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 15570; shahih sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Albani) Hadits ini adalah hadits yang shahih. Sehingga bangsa jin bisa mencuri manusia dan barang-barang milik kita. Dan ini sudah saya bahas, apakah jin bisa mencuri manusia ataukah tidak di artikel ini. Kedua: Markas iblis dan bala tentaranya adalah di laut. Sehingga ketika main di pantai atau tempat asing lainnya, hendaknya berdoa terlebih dahulu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ، ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ، فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di laut. Kemudian dia mengutus bala tentaranya ke daratan. Maka kedudukan jin yang paling dekat dengan iblis adalah jin yang paling besar fitnahnya” (HR. Muslim no. 2813) Dan doa ketika singgah di tempat asing adalah: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari segela keburukan makhlukNya” Hal tersebut sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ، حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ “Barangsiapa yang singgah di sebuah tempat kemudian berdoa: ‘Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari segela keburukan makhlukNya’, maka tidak ada suatu makhluk pun yang membahayakannya sampai dia meninggalkan tempat itu” (HR. Muslim no. 2708) Pada kesimpulannya, seorang jin bisa mencuri manusia dan harta benda manusia. Wallahu ta’alaa a’lam bis shawab. Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad. Penulis: Ustadz Abdurrahman Al-Amiry Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)

APAKAH ARSY ITU MAHKLUQ ?

Ustadz ABDURRAHMAN TOYYIB APAKAH 'ARSY ITU MAKHLUK? 1. Santri bertanya: Ustadz, apakah arsy itu makhluk? Ustadz Salafi menjawab: Ya, arsy itu makhluk yang diciptakan Allah. 2. Santri bertanya: Apa dalilnya ustadz? Ustadz Salafi menjawab: Dalilnya firman Allah ta’ala: ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ "Allah, tiada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia, Rabb yang mempunyai/menciptakan/mengatur 'arsy yang besar." (QS. An-Naml : 26) ذُو ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡمَجِيدُ "(Allah) yang mempunyai 'arsy, lagi Maha mulia." (QS. Al-Buruj : 15) وَهُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ "Dan Dia adalah Rabb yang memiliki 'arsy yang agung." (QS. At-Taubah : 129) Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalaani rahimahullahu berkata: Ayat ini mengisyaratkan bahwa 'arsy itu marbub (diciptakan/diatur/dimiliki) dan setiap yang diciptakan maka dia makhluk. [1] 3. Santri bertanya: Bisakah ustadz menyebutkan salah satu ucapan ulama salaf tentang arsy adalah makhluk yang diciptakan Allah, agar kami lebih mantap lagi dalam keyakinan ini ? Ustadz Salafi menjawab: Imam Ibnu Abi Zamanin rahimahullahu berkata: Diantara ucapan ahlussunnah bahwa Allah ‘azza wa jalla menciptakan 'arsy. [2] 4. Santri bertanya: Ustadz, apakah arti dari 'arsy Allah itu? Ustadz Salafi menjawab: Ibnu Katsiir rahimahullahu berkata: 'Arsy Allah adalah sarir/dipan yang memiliki penyangga yang dipikul oleh para malaikat dan dia seperti kubah bagi alam semesta dan dia adalah atap bagi semua makhluk. [3] 5. Santri bertanya: Apa keistimewaan dari makhluk yang bernama 'arsy ini ustadz? Ustadz Salafi menjawab: 'Arsy adalah makhluk Allah yang pertama, yang paling besar dan yang paling tinggi. 6. Santri bertanya: Bisakah ustadz menyampaikan dalilnya? Ustadz salafi menjawab: - Dalil tentang arsy adalah makhluk Allah yang pertama adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: كتب الله مقادير الخلائق قبل أن يخلق السموات والأرض بخمسين ألف سنة وعرشه على الماء Allah mencatat semua takdir makhluk lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Sedangkan 'arsy-Nya (sudah ada sebelum itu semua-pent) di atas air. (HR. Muslim) - Dalil tentang arsy makhluk Allah yang paling besar adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: ما السموات والأرض في الكرسي إلا كحلقة ملقاة بأرض فلاة وفضل العرش على الكرسي كفضل الفلاة على تلك الحلقة Tidaklah perbandingan antara (besarnya) langit dan bumi dengan kursi (tempat kedua telapak kaki Allah) [4] melainkan seperti lingkaran yang dilemparkan di tanah lapang. Dan besarnya arsy jika dibandingkan dengan kursi sebagaimana tanah lapang dengan lingkaran tersebut. (HSR. Abu Nu’aim, Baihaqi dan selainnya) - Dalil tentang arsy adalah makhluk Allah yang paling tinggi adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: فإذا سألتم الله فسلوه الفردوس فإنه وسط الجنة وأعلى الجنة وفوقه عرش الرحمن Apabila kalian meminta kepada Allah maka mintalah surga firdaus karena dia adalah surga yang paling tengah dan yang paling tinggi dan di atasnya adalah 'arsy Ar-Rahman (HR. Bukhari) Imam Ibnu Abi Zamanin rahimahullahu berkata: Diantara ucapan ahlussunnah bahwa Allah ‘azza wa jalla menciptakan arsy dan mengistimewakannya dengan ketinggian di atas semua makhluk-Nya. [5] 7. Santri bertanya: Apa makna “istawa” dalam firman Allah: ٱلرَّحۡمَـٰنُ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ ٱسۡتَوَىٰ Ustadz Salafi menjawab: Ulama salaf seperti Mujahid dan Abu Al-‘Aliyah dari ulama tabi’in mentafsirkan “istawa” dengan tinggi [6]. Jadi makna ayat tersebut : (yaitu) Allah yang Maha Pemurah tinggi di atas 'Arsy. (QS. Thaha : 5) 8. Santri bertanya: Apakah boleh “istawa” ditafsirkan dengan “istaula”/ menguasai? Ustadz Salafi menjawab: Tidak boleh, itu tafsir yang salah, karena menyelisihi tafsir para ulama salaf seperti yang telah disebutkan. Dan tafsir tersebut juga tidak dikenal oleh para pakar bahasa arab. 9. Santri berkata: Apakah tidak ada sama sekali referensi dalam ucapan orang-orang arab dulu yang fasih (yang asli) tentang penafsiran tersebut? Ustadz Salafi menjawab: Ada kisah menarik antara Ibnu Al-A’rabi yang merupakan pakar bahasa arab dengan seorang tokoh penyesat umat dari kalangan Mu’tazilah (kelompok Liberal) yaitu Ibnu Abi Duaad. Ibnu Abi Duaad meminta bantuan kepada Ibnu Al-A’raabi untuk mencarikan referensi dalam bahasa arab tentang makna istawa itu istaula. Maka Ibnu Al-A’rabi menjawab: Demi Allah, itu tidak ada dan tidak mungkin aku mendapatinya. [7] 10. Santri bertanya: Ada orang yang mengatakan kalau Allah itu “istawa”/tinggi di atas 'arsy berarti Allah butuh kepada 'Arsy. Apakah ini benar ustadz? Ustadz Salafi menjawab: Imam Ath-Thahawi rahimahullahu berkata dalam kitab beliau Al-Aqidah Ath-Thahawiyah: Allah tidak butuh kepada 'arsy dan apa yang dibawah 'arsy. 11. Santri bertanya: Apa penjelasan lebih lanjut dari ucapan Imam Thahawi di atas, ustadz? Ustadz Salafi menjawab: Imam Ibnu Abi Al-‘Izzi rahimahullahu ketika menjelaskan ucapan di atas berkata: Dalil tentang Allah tidak butuh kepada 'arsy dan apa yang dibawahnya adalah firman Allah: إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. Al-Ankabut : 6) Imam Thahawi menyebutkan hal ini untuk menjelaskan bahwa Allah menciptakan 'arsy dan Dia tinggi di atas 'arsy bukan karena butuh kepada 'arsy. Namun Allah memiliki hikmah yang mengharuskan penciptaan 'arsy. Adapun sesuatu yang ada diatas maka itu tidak selalu yang dibawahnya meliputi yang diatas tersebut atau tidak selalu yang di atas butuh kepada yang di bawah. Lihatlah kepada langit yang di atas bumi, Dia tidak butuh kepada bumi ! [8] 12. Santri berkata: Apa nasehat ustadz kepada saya? Ustadz Salafi menjawab: Prioritaskan untuk engkau lebih rajin dan tekun belajar tentang aqidah salaf dan manhaj salaf sebelum engkau menjadi ustadz. Jangan sampai engkau mengaku sebagai ustadz apalagi ustadz Salafi sebelum engkau paham tentang aqidah salaf dan manhaj salaf. Dan jangan engkau menimba ilmu dari ustadz yang jahil atau menyimpang dari aqidah salaf dan manhaj salaf. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua untuk beraqidah salaf dan bermanhaj salaf hingga akhir hayat kita nanti. --------------------------------------- [1] Fathul Bari 13/405. [2] Ushulussunnah hal. 88. [3] Al-Bidayah wa An-Nihayah 1/12. [4] Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma ketika menafsirkan kursinya Allah dalam ayat kursi. Lihat tafsir Ibnu Katsir 1/404. [5] Ushulussunnah hal. 88. [6] Lihat kitab Al-'Arsy 2/9 &15 oleh Imam Adz-Dzahabi dengan tahqiq Syaikh Muhammad Khalifah At-Tamimi. [7] Kitab Al-'Arsy 2/13-14. [8] Syarah al-aqidah ath-thahawiyah hal. 258 oleh Imam Ath-Thahawi dengan tahqiq Syaikh Ahmad Syakir.

Para Guru dan SANAD SYAIKH ALBANI

*GURU-GURU DAN SANAD SYEIKH AL-ALBANI* Membantah, "Syaikh al-Albani tidak memiliki guru dan sanad sampai kepada Nabi Muhammad ﷺ" . Ana ambil satu sanad yg cukup bagus yaitu kepada Syaikh Muhammad Ath-Thabakh. Syaikh al-Albani meriwayatkan dari Syaikh Muhammad Raghib Ath-Thabakh (Ahli Tarikh, Musnid Halab pda zamannya, dosen hadits & Ushul hadits) dngn Ijazah 'ammah utk semua riwayat. Berikut Sanad Hadits dan keilmuan Syaikh al-Albani yang muttasil (bersambung) sampai kepada Rasulullah ﷺ. 1. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani 2. Syaikh Muhammad Raghib Ath-Thabakh 3. Syaikh Abu Bakr bin Muhammad Arif Khuwaqir Al-Hanbali (w. 1349 H) 4. Muhadits as-Salafi Syaikh Ahmad bin Ibrahim bin Isa An-Najdi (w. 1329 H) 5. al-Allamah al-Mujadid ats-Tsani Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahab (w. 1285 H) – penulis kitab Fathul Majid. 6. Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab 7. Abdullah bin Ibrahim al-Madini 8. Mufti Hanabilah Abdulqadir Ath-Taghlabi 9. Abdul Baqi bin Abdul Baqi Al-Hanbali 10. Ahmad bin Muflih Al-Wafai 11. Musa bin Ahmad Al-Hajawi –penulis al-Iqna’ 12. Ahmad bin Muhammad al-Maqdisi 13. Ahmad bin Abdullah Al-Askari 14. Ala’uddin al-Mardawi –penulis al-Inshaf. 15. Ibrahim bin Qundus al-Ba’ali 16. Ibnul al-Lahm 17. Ibnu Rajab al-Hanbali 18. Ibnul Qayyim al-Jauziyah 19. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah 20. Syaikhul Islam Abdurrahman Ibn Qudamah 21. Al-Imam Abdullah bin Ahmad bin Qudamah –penulis al-Mughni. 22. Al-Imam Abi al-Fatah bin al-Minni 23. Al-Imam Abu Bakr Ahmad ad-Dainuri 24. Al-Imam Abi al-Khathab Mahfudz bin Ahmad al-Kalwadzani 25. Al-Qadhi Abi Ya’la Ibn al-Fara’ 26. Al-Imam Abi Abdullah al-Husein bin Haamad 27. Al-Imam Abu Bakar Abdul Aziz al-Khallal 28. Al-Imam Abdullah bin Ahmad bin Hanbal 29. Imam Ahmad bin Hanbal 30. Imam Asy-Syafi’i 31. Malik bin Anas 32. Nafi’ 33. Ibnu Umar 34. Nabi Muḥammad Rasūlillah ﷺ . Untuk keterangan lebih lengkap silahkan lihat, _*"Sanad al-Imam Nashiruddin al-Albani Rahimahullah"*_ Karya ustadz Abu Abdillah Rikrik Aulia Rahman as-Surianji (Ahli Sanad). Beliau telah mengumpulkan guru dan sanad² Syaikh Al-Albani Rahimahullah Ta'ala. Juga dalam karyanya yg lain, beliau mengumpulkan sanad² hadits dan keilmuan Syaikhul Islam Ibn Taimiyah Rahimahullah, serta sanad² ulama lainnya. Hal ini sekaligus membantah sebagian kalangan yg menganggap bahwa Salafy tdk berguru/bersanad. . والله أعلم بالصواب Semoga bertambah wawasan ilmu pemahaman , Barakallahufiikum

TOKOH SYI'@h di INDONESIA

✏ Kenali dan Waspadai Tokoh-tokoh Syiah Ini, Dari Penyanyi Hingga Anggota MUI Pusat . . Beberapa saudara muslim sudah ada yang mengenali dan mewaspadai beberapa tokoh syi’ah berikut ini. . Namun mayoritas muslim belum, lantaran : ▬ ada pengaburan dan tipu-tipu ▬▬ yang dilakukan oleh tokoh-tokoh ini. Mereka para tokoh syi’ah adalah orang-orang yang tampil di permukaan. . Menurut ustadz Farid Ahmad Okbah MA, Direktur Pesantren Al-Islam “Mereka yang ada di organisasi-organisasi syi’ah seperti ABI, IJABI dan lain-lain tidak melakukan taqiyah (berdusta untuk menyembunyikan keyakinan syi’ahnya).” Demikian ungkap ustadz kepada ***.com beberapa waktu lalu. . Mereka syiah tulen. Saat ini mereka semakin berani dengan mulutnya mengatakan dirinya syi’ah, demikian pula dalam bentuk dukungan fisik material dan mental spiritual terhadap pengikutnya. Seperti terekam dalam kehadiran tokoh-tokoh ini di tempat pengungsi syi’ah Sampang, Madura, sebagai bentuk dukungan terhadap mereka. . Berikut ini adalah tokoh-tokoh tersebut: . 1. Jalaludin Rahmat jalaluddin2brakhmat Seorang yang pada tahun akhir 1980-an dikenal sebagai pakar komunikasi. Sampai saat ini dia adalah pengajar di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. Dia disebut-sebut sebagai tokoh sentral syi’ah Indonesia. Ternyata ini bukan isapan jempol bila dilihat dari kiprahnya dan dan sepak terjangnya pada organisasi syi’ah di Indonesia. Pendiri dan pimpinan SMA Muthahhari, Bandung ini juga menjadi pendiri Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta bersama Dr. Haidar Bagir. Jalaludin Rahmat kini menjabat sebagi Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) yang kini sudah mempunyai hampir 100 Pengurus Daerah (tingkat kota) di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 2,5 juta orang. Selain itu ia mendirikan Pusat Kajian Tasawuf (PKT): Tazkia Sejati, OASE-Bayt Aqila, Islamic College for Advanced Studies (ICAS-Paramadina), Islamic Cultural Center (ICC) di Jakarta, PKT Misykat di Bandung. Semua lembaga-lembaga tersebut adalah organisasi syi’ah. Bisa dilihat pada buku Fakta dan Data Perkembangan Syi’ah di Indonesia September 2012, karya ustadz Farid Ahmad Okbah MA. Adapun pernyataan Kang Jalal, begitu dia biasa dipanggil yang mendukung syi’ah yakni pada 29 Agustus 2012 lalu, dia mengancam untuk menumpahkan darah Ahlus Sunnah di Nusantara atas bentrokan Sampang Madura. “Orang-orang Syiah tidak akan membiarkan kekerasan ini. Karena untuk pengikut Syiah, mengucurkan darah bagi Imam Husein adalah sebuah kemuliaan,” ujar Jalaluddin . 2. Dina Y. Sulaeman, Dina Y SulaemanPerempuan yang lahir di Semarang pada 30 Juli 1974. Penerima summer session scholarship dari JAL Foundation untuk kuliah musim panas di Sophia University Tokyo ini lulus dari Fak. Sastra Arab Universitas Padjdjaran tahun 1997. Ia sempat menjadi staf pengajar di IAIN Imam Bonjol Padang. Tahun 1999 meraih beasiswa S2 dari pemerintah Iran untuk belajar di Faculty of Teology, Tehran University. Tahun 2011, ia menyelesaikan studi magister Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran. Tahun 2002-2007 ia berkarir sebagai jurnalis di Islamic Republic of Iran Broadcasting. Dina penulis yang produktif, banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa dia adalah seorang syiah sejati. Berikut ini sejumlah buku yang telah ditulisnya, antara lain, Oh Baby Blues, Mukjizat Abad 20: Doktor Cilik Hafal dan Paham Al Quran, Pelangi di Persia, Ahmadinejad on Palestine, Obama Revealed, Bintang-Bintang Penerus Doktor Cilik, Princess Nadeera, Prahara Suriah dan Journey to Iran.Aktif menulis artikel opini politik Timur Tengah yang dimuat di media massa dan berbagai website. Otong Sualeman suami Dina, juga syiah, dia adalah mahasiswa Qom yang menulis novel Dari Jendela Hauzah, terbitan grup Mizan. Keduanya pernah bekerja sebagai jurnalis di IRIB (Radio Iran Indonesia) selama tujuh tahun di Iran. . 3. Haidar Bagir haidar-bagir (1)Haidar Bagir bersama Jalaluddin Rakhmat, mendirikan Yayasan Muthahhari, yang mengelola SMA (Plus) Muthahhari di Bandung dan Jakarta. Haidar Bagir merupakan pendiri perusahaan Penerbit Mizan. Oleh karena itu, perlu diwaspadai buku-buku terbitan Mizan tentang persoalan Syiah dan Ahlus Sunnah. Demikian juga ia pernah bekerja di surat kabar Republika, sehingga sampai sekarang pengaruhnya terhadap pemberitaan Syi’ah masih menyudutkan Ahlus Sunnah, membela Iran dan sekutu-sekutu Syi’ahnya, dan melakukan taqiyah dalam pemberitaannya. Haidar Bagir lahir di Solo, 20 Februari 1957 ini adalah alumnus Teknologi Industri ITB 1982 dan mengenyam pendidikan pasca sarjana di Pusat Studi Timur Tengah Harvard University, AS 1990-1992, dan S-3 Jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI) dengan riset selama setahun (2000 – 2001) di Departemen Sejarah dan Filsafat Sains, Indiana University, Bloomington, AS. Sejak awal 2003, dia mendapat kepercayaan sebagai Ketua Yayasan Madina Ilmu yang mengelola Sekolah Tinggi Madina Ilmu yang berlokasi di Depok. Di antara pengalaman pekerjaan lainnya, menjadi direktur utama GUIDE (Gudwah Islamic Digital Edutainment) Jakarta, ketua Pusat Kajian Tasawuf Positif IIMaN, Ketua Badan Pendiri YASMIN (Yayasan Imdad Mustadh’afin), staf pengajar Jurusan Filsafat Universitas Madina Ilmu (1998), staf pengajar Jurusan Filsafat Universitas Indonesia (1996), dan staf pengajar Jurusan Filsafat Universitas Paramadina Mulya, Jakarta (1997). . 4. DR. Khalid Al Walid, MA dr-khalid-al-walidKetua Majelis Ulama Indonesia Pusat KH. Cholil Ridwan, menjelaskan bahwa organisasinya melakukan evaluasi atas dugaan adanya seorang tokoh Syiah dalam kepengurusan MUI pusat. Hal ini mengemuka setelah tokoh tersebut datang ke Sampang atas nama MUI pusat, mendesak dicabutnya fatwa sesat Syiah dari MUI Jatim. Pengurus MUI yang terindikasi sebagai penganut Syiah adalah DR. Khalid Al-Walid. Ia adalah alumnus dari Hawzah Ilmiah Qom, yang judul desertasinya di UIN Syarif Hidayatullah adalah “Pandangan Eskatologi Mulla Shadra”. Saat disertasinya diuji oleh tim penguji dari UIN Syarif Hidayatullah, Prof. DR. Azyumardi Azra pada Tahun 2008 lalu. Tiba di bagian akhir acara, Azyumardi bertanya, “Apakah Anda penganut mazhab Syi’ah? Jangan salah duga”. Tanyanya. “Saya akan bangga bila UIN berhasil meluluskan seorang doktor Syiah, karena menjadi bukti nyata bahwa lembaga ini menjunjung tinggi pluralisme dan toleransi antar mazhab Islam,” lanjut Direktur Pascasarjana UIN tersebut. Khalid Al Walid saat itu menjawab, “Eh… Saya sama dengan Pak Haidar,” jawabnya berdiplomasi seraya menunjuk DR. Haidar Bagir yang duduk di samping Prof. DR. Mulyadhi Kartanegara yang menjadi pembimbing disertasi Khalid Al Walid. Sebagaimana diketahui, Haidar Bagir adalah tokoh Syiah di Indonesia dan selalu membela berbagai kepentingan Syiah. Selain itu, DR Khalid Al Walid juga menjabat sebagi dewan syuro Ahlul Bait Indonesia (ABI), ormas lokomotif kelompok syiah di Indonesia. Dalam daftar pengurus MUI yang tercantum dalam situs resminya, tercantum nama Dr. H. Khalid al-Walid, M.Ag yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat. . 5. Muhsin Labib Muhsin Labib Labib adalah Dosen Filsafat di UIN Syarif Hidayatullah yang merupakan lulusan Muhsin Qum Iran. Ia menulis banyak buku tentang Syiah dan menjadi pembela Syi’ah Imamiyah di berbagai kesempatan. Di antara buku-bukunya adalah Ahmadinejad: David di Tengah Angkara Goliath, Husain Sang Ksatria Langit, Kamus Shalat, Gelegar Gaza, Primbon Islam, Goodbye Bush,dan lainnya. Muhsin Labib pernah mengatakan, “Orang yang anti Syiah adalah orang yang esktrimis dan menjadi ancaman bagi negara Republik Indonesia.” . 6. Penyanyi Haddad Alwi Dia adalah penyanyi yang cukup terkenal yang biasa berduet dengan biduanita Sulis. Salah satu lagunya yang berjudul Ya Thoyibah, diubah liriknya dalam bahasa Arab dan berisi pujian pada Ali bin Abi Thalib secara berlebihan. Hadad Alwi turut mengunjungi korban konflik sosial syiah di Sampang Madura 29 September 2012. Dia memberi motifasi dan dukungan kepada para pengungsi syiah. haddad-alwi1Sementara, kalau nyanyiannya itu seperti Ya Thoybah, tidak mudah diidentifikasi oleh orang awam kebanyakan, sehingga orang tidak mudah untuk menyalahkannya. Karena dia berbahasa Arab, menyebut nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sahabat Ali radhiyallahu ‘anhu menyebut Al-Quran dan sebagainya. Padahal, nyanyian Ya Thoybah itu justru isinya berbahaya bagi Islam, karena ghuluw (berlebih-lebihan) dalam memuji Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Berikut ini kutipan bait yang ghuluw dari nyanyian Ya Thoybah (wahai Sang Penawar): Ya ‘Aliyya bna Abii Thoolib Minkum mashdarul mawaahib. Artinya: “Wahai Ali bin Abi Thalib, darimulah sumber keutamaan-keutamaan (anugerah-anugerah atau bakat-bakat).” Oleh: az muttaqin via. http://www.lppimakassar.com/2013/06/kenali-dan-waspadai-tokoh-tokoh-syiah.html

HAKIKAT JAMAAH TABLIGH

*** Jama'ah Tabligh = Sufi Modern *** • Tanya : Apakah Jama'ah Tabligh juga bermanhaj Tasawuf...?? Jawab : Ya...!!. Jama'ah Tabligh bermanhaj Tasawuf namun dengan modifikasi sana-sini. Sehingga Syaikh al-Albani rahimahullah berkata mengenai mereka, bahwa mereka itu adalah Shufiyyah 'Ashriyyah (Sufi Modern, Sufi model baru, atau Neo Shufi). Dalam kitab pegangan mereka yg utama "Fadhail A'mal" atau "tablighi Nashob", masih tertulis banyak jejak-jejak manhaj Tasawuf. Di samping itu, di kitab itu juga banyak hadits-hadits yang maudhu' dan dho'if yang tercampur dng hadits hasan dan shohih. ========== Berikut saya kutip tulisan Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi hafidzahullah mengenai jejak-jejak manhaj Tasawuf yang tertulis dalam kitab referensi mereka : 👉 1. Keyakinan tentang wihdatul wujud (bahwa Allah menyatu dengan alam ini). (Lihat kitab Tablighi Nishab, 2/407, bab Fadhail Shadaqat, cet. Idarah Nasyriyat Islam Urdu Bazar, Lahore). 👉 2. Sikap berlebihan terhadap orang-orang shalih dan keyakinan bahwa mereka mengetahui ilmu ghaib. (Lihat Fadhail A'mal, bab Fadhail Dzikir, hal. 468-469, dan hal. 540-541, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore). 👉 3. Tawassul kepada Nabi (setelah wafatnya) dan juga kepada selainnya, serta berlebihannya mereka dalam hal ini. (Lihat Fadhail A'mal, bab Shalat, hal. 345, dan juga bab Fadhail Dzikir, hal. 481-482, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore). 👉 4. Keyakinan bahwa para Syaikh Sufi dapat menganugerahkan berkah dan ilmu laduni (lihat Fadhail A'mal, bab Fadhail Qur'an, hal. 202- 203, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore). 👉 5. Keyakinan bahwa seseorang bisa mempunyai ilmu kasyaf, yakni bisa menyingkap segala sesuatu dari perkara ghaib atau batin. (Lihat Fadhail A'mal, bab Dzikir, hal. 540- 541, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore). 👉 6. Hidayah dan keselamatan hanya bisa diraih dengan mengikuti tarekat Rasyid Ahmad Al-Kanhuhi (lihat Shaqalatil Qulub, hal. 190). Oleh karena itu, Muhammad Ilyas sang pendiri Jamaah Tabligh telah membai'atnya di atas tarekat Jisytiyyah pada tahun 1314 H, bahkan terkadang ia bangun malam semata-mata untuk melihat wajah syaikhnya tersebut. (Kitab Sawanih Muhammad Yusuf, hal. 143, dinukil dari Jama'atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 2). 👉 7. Saling berbai'at terhadap pimpinan mereka di atas empat tarekat Sufi: Jisytiyyah, Naqsyabandiyyah, Qadiriyyah, dan Sahruwardiyyah. (Ad-Da'wah fi Jaziratil 'Arab, karya Asy-Syaikh Sa'ad Al-Hushain, hal. 9-10, dinukil dari Jama'atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 12). 👉 8. Keyakinan tentang keluarnya tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari kubur beliau untuk berjabat tangan dengan Asy-Syaikh Ahmad Ar-Rifa'i. (Fadhail A'mal, bab Fadhail Ash-Shalati 'alan Nabi, hal. 19, cet. Idarah Isya’at Diyanat Anarkli, Lahore). 👉 9. Kebenaran suatu kaidah, bahwasanya segala sesuatu yang menyebabkan permusuhan, perpecahan, atau perselisihan -walaupun ia benar- maka harus dibuang sejauh-jauhnya dari manhaj Jama'ah. (Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa'rifuha, hal. 10). 👉 10. Keharusan untuk bertaqlid. (lihat Dzikir Wa I'tikaf Key Ahmiyat, karya Muhammad Zakaria Al-Kandahlawi, hal. 94, dinukil dari Jama'atut Tabligh 'Aqaiduha wa Ta'rifuha, hal. 70). 👉 11. Banyaknya cerita-cerita khurafat dan hadits-hadits lemah/ palsu di dalam kitab Fadhail A'mal mereka, di antaranya apa yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Hasan Janahi dalam kitabnya Jama'atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 46-47 dan hal. 50-52. Bahkan cerita-cerita khurafat dan hadits-hadits palsu inilah yang mereka jadikan sebagai bahan utama untuk berdakwah. Wallahul Musta'an. Semoga yang sedikit ini mudah dipahami dan bermanfa'at untuk kita semua. Dan hanya kepada Allah Ta'ala kita mohon taufik dan hidayah-Nya Barakallahu fiikum

TIDAK ADA SUAMI YG JUJUR

TIDAK ADA SUAMI YANG JUJUR Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering di caci maki bosnya? Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering mendapat hinaan diluar sana? Taukah Dirimu mungkin suamimu bahkan Baru saja mempertaruhkan nyawanya demi Dirimu dan anak" mu. Taukah dirimu kalau suamimu mungkin Sering menahan lapar demi bisa pulang Membawa uang. Sebelum engkau cemberut padanya.. Hitunglah dulu telah berapa juta tetes Keringat engkau peras dari tubuhnya Sebelum engkau marah padanya Tataplah lekat-lekat matanya, mungkin Tanpa engkau sadari mata itu sudah banyak Mengeluarkan air mata demi melihat dirimu Tersenyum Ketahuilah Bila sampai hari ini dia belum bisa Memenuhi segala keinginanmu, itu hanya Karena faktor keadaan. Tak seorang pun kepala keluarga yang tidak Ingin melihat keluarganya bahagia. Sebelum engkau marah kepadanya Lihatlah Dan renungkanlah apa yang telah dilakukan Oleh seorang suami. Betapa suamimu sudah kerja keras banting Tulang demi memenuhi keinginan Keluarganya. Sebagian ayah tak pandai menceritakan Kepedihannya kepada anak istrinya dia telan Sendiri Ia tak mau anak istrinya tau Betapa susahnya ia berjuang..ia hanya Ingin Anak istrinya bangga terhadap dirinya, terhadap Pekerjaannya.. Untuk para ayah dimanapun berada Semoga lelahmu menjadi berkah

KUTUNGGU ENGKAU DI MANHAJ SALAF

﷽ TEMAN ... KUTUNGGU ENGKAU DI MANHAJ SALAF Teman Aku pun selalu berdoa agar engkau diberi pemahaman untuk mengenal jalan kebenaran Di atas Manhaj salaf ini juga Kelak , kita Yang akan pergi dan Pulang kajian bersama , saling berbagi catatan kecil yang kita Punya . Saling Menasehati disaat terjatuh dalam kesalahan Saling menyemangati disaat futur melanda diri. Saling mengkuatkan Untuk tetap teguh dan kokoh serta istiqomah di atas Manhaj salaf dan sunnah . Saling bergandengan di saat manusia mengangap kita asing Sungguh , hati ini terasa sesak bila mendengar perkataan imam Jauzi Rahimahullah , ia bekata kepada para sahabat sahabat nya إن لم تجدوني في الجنة بينكم فاسألوا عني وقولوا : يا ربنا عبدك فلان كان يذكرنا بك ”Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkan: ’Wahai Rabb kami, hambaMu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau.” Kemudian beliau menangis. Dan benar agak nya , yg aku takutkan hanyalah Jika kita membangun persahabatan kita karena dunia lantas bagaimana Hujjah kita di hadapan Allah kelak ? Sungguh aku tak mau jika nantinya Di akherat sana Kita saling bermusuhan . Wahai teman ku Aku hanya berharap bisa selalu bersahabat dengan Mu di dunia dan Bertetangga Dengan mu di jannah nya . Cobalah kau renungkan perkataaan Hasan Al- Bashri berikut ini استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة ”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.” (Ma’alimut Tanzil 4/268) Wahai temannku yang Aku ingin nantinya Persahabatan kita tidak sia sia agar tidak ada penyesalan Nanti di akhirnya Dan sampai akhirnya nanti di jannah nya kita sama sama saling berkata , Aku bahagia memiliki teman semanhaj seperti mu. #Aura Ghaniy MasyaaAllah Baarakallahu fiikum

PERINGATAN DIRI

Renungan DIRI PERINGATAN PADA DIRI YG LUPA TERMASUKLAH SAYA Bacalah pesan ini dgn mata & hati Jahat atau baik kita.. sholat jangan ditinggalkan. Sholat bukan sebab kita baik. Sholat sebab perintah Allah. Sholat kita adalah lambang kehidupan kita... Sholat lah ...Kerana Allah menjanjikan Rahmat, kebahagiaan, keberkatan hidup & rezeki... NABI saw tidak kagum dgn pangkat & kekayaan manusia. Jika tidak, sudah pasti gunung yg hendak ditukarkan kpd emas tidak ditolak oleh BAGINDA... Orang bekerja senang kalau dapat bonus. Itu masa hidup.... Kalau sudah mati... Punya anak tak tinggal sholat itu bonus.. Punya anak yg pandai Al Quran itu bonus... Sedekah masa hidup itu bonus... Ilmu yg bermanfaat itu bonus... Sehebat apa pun kita... kita tetap akan mati.... Sehina apa pun kita... kita tetap akan mati... Takut mcm mana pun dgn mati... tetap akan mati...*l Berani mcm mana pun ...tetap akan mati Sayang Macam mana pun kita dgn Kehidupan Ini... tetap akan mati... Hakikat hidup di dunia Ini adalah kematian di akhirnya.... Mati itu pasti... Sakaratul maut itu pasti... Alam barzakh itu pasti... Ingat mati ... Renungkan Saat sendirian setelah mati. Lenyaplah sangkaan buruk kepada siapa pun.... Kita tak bawa segunung harta setelah mati. Kita tak bawa sijil tertinggi yg kita Ada. Kita hanya mengharap Rahmat Allah Tuhan sekelian alam..... Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yg baikk Meski terkadang kebaikan tidak sentiasa dihargai Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun karena yg menyukaimu tidak perlu tahu tentang semua kebaikan yang kamu lakukan Dan yang membencimu tidak percaya tentang kebaikan yang masih ada pada dirimu Hidup bukan tentang siapa yang terbaik tapi tentang siapa yang mau berbuat baikk dan sentiasa memperbaiki diri Hari ini dan semalam adalah hari yang berbeda Pintu taubat sentiasa terbuka untuk hamba-hambaNya KITA BUKAN SIAPA-SIAPA UNTUK MENILAI SIAPA-SIAPA PADA AKHIRNYA SEMUA BERAKHIR "SAMA... SAAT USIA 50- an.... "CANTIK DAN BOHAI, SAMA SAJA..". (tak peduli seberapa cantiknya kamu, di usia itu kedutan, darkspot, kulit kendur, tak bisa lagi terus kamu sembunyikan dengan gincu dan bedakmu... SAAT USIA 60-an... "PENDIDIKAN TINGGI DAN PENDIDIKAN RENDAH, KEDUDUKAN TINGGI DAN KEDUDUKAN RENDAH, SAMA SAJA..". (Setelah semua bersara, tak ada lagi boss atau bawahan..) SAAT USIA 70- an... "RUMAH BESAR DAN RUMAH KECIL, SAMA SAJA..".(Tulang sendi, lutut dan kakimu sudah mulai longgar, semakin sulit untuk bergerak.. sekarang kamu cuma perlu ruang kecil untuk di-diami.. ). SAAT USIA 80- an...(itupun kalau masih hidup) (PUNYA DUIT DAN TIDAK PUNYA DUIT, SAMA SAJA.." saat itu duitmu tak lagi bisa membeli steak yang enak lazat, gulai, rendang dan lain2 karena tubuhmu tak lagi boleh dimasuki banyak makanan, lidahmu sudah tak punya rasa, dan kamu tak berdaya lagi ke-tempat di mana kamu bisa menghabiskan duitmu). SAAT USIA 90- an... "TIDUR DAN BANGUN, SAMA SAJA", (karena setelah bangun, kamu tetap tidak tahu apa yang akan kamu lakukan ) SAAT AJALMU TIBA.... "KAYA DAN MISKIN, SAMA SAJA". Kamu hanya akan di-baluti kain kafan dan dimasukkan ke dalam tanah yang ukurannya sama, orang2 akan menangisi kamu kemudian melupakanmu, karena mereka akan meneruskan kehidupan yang dipenuhi oleh persoalan hidup masing2.* Oleh kerana itu, semasa hidup, jgn terlalu tinggi hati_ atas apa yg kita MILIKI, karena kita akan berakhir SAMA.. JANGAN Terlalu Keras mencari duit sampai lupa amal ibadah bekal akhirat nanti, karena PADA AKHIRNYA kamu tak memiliki APA2... " ...kecuali Amal Kebaikan Dan Ibadah.. Yang akan di bawa Di Akhir Cerita... " Gabung ke grup kami Kata-Kata Motivasi Kehidupan , InsyaAllah bermanfaat.. 🙏🙏

Sabtu, 10 September 2022

Program Acara Sabtu

Sabtu: 4.30~4.55 opening Mutottal 5.00 adzan 5.10 Murottal 5.20 Zikir pagi +jinggel 6.00~7.30 Dauroh pagi(live) 7.31~8.00 Murottal 8.00~9.30 Jamaah bertanya ustadz menjawab (live) 9.30 ~10.00 Murottal 10.00~11.30 kitab syiar alam min nubala 11.30~12.00 khotbah jum"at (live ) 12.00~12.30 Murottal 12.30~13.00 ceramah pendek (j) 13.00~15.00 tibbun nabawi 15.00~15.30 Murottal 15.30~16.00 ceramah pendek (j) 16.00~16.30 zikir sore hari 16.30~18.00 Enslikopedi Larangan (live) 18.00~19.30 Tadarus by talifhon 19.30~20.00 murottal 20.00~21.30 Kajian malam 21.30~22.00 murottal 22.00~23.00 zikir malam + penutup

Program Acara jum"at

program acara radio Dem airhaji Jum"at : 4.30~4.55 opening Mutottal 5.00 adzan 5.10 Murottal 5.20 Zikir pagi +jinggel 6.00~7.30 Dauroh pagi(live) 7.31~8.00 Murottal 8.00~9.30 Do"@ by request (live) 9.30 ~10.00 Murottal 10.00~11.30 adab berhari jumat 11.30~12.00 khotbah jum"at (live ) 12.00~12.30 Murottal 12.30~13.00 ceramah pendek (j) 13.00~15.00 Kajian Muslimah 15.00~15.30 Murottal 15.30~16.00 ceramah pendek (j) 16.00~16.30 zikir sore hari 16.30~18.00 Dauroh sore (live) 18.00~19.30 Tadarus by talifhon 19.30~20.00 murottal 20.00~21.30 Kajian malam 21.30~22.00 murottal 22.00~23.00 zikir malam + penutup

Program acara senin

senin : 4.30~4.55 opening Mutottal 5.00 adzan 5.10 Murottal 5.20 Zikir pagi +jinggel 6.00~7.30 Dauroh pagi(live) 7.31~8.00 Murottal 8.00~9.30 al_Qur an by request(live) 9.30 ~10.00 Murottal 10.00~11.30 Hadits by request(llive ) 11.30~12.00 ceramah pendek (j) 12.00~12.30 Murottal 12.30~13.00 ceramah pendek (j) 13.00~15.00 Kajian siang 15.00~15.30 Murottal 15.30~16.00 ceramah pendek (j) 16.00~16.30 zikir sore hari 16.30~18.00 Dauroh sore (live) 18.00~19.30 Tadarus by talifhon 19.30~20.00 murottal 20.00~21.30 Kajian malam 21.30~22.00 murottal 22.00~23.00 zikir malam + penutup

Program acara selasa

selasa : 4.30~4.55 opening Mutottal 5.00 adzan 5.10 Murottal 5.20 Zikir pagi +jinggel 6.00~7.30 Dauroh pagi(live) 7.31~8.00 Murottal 8.00~9.30 al_Qur an by request(live) 9.30 ~10.00 Murottal 10.00~11.30 Hadits by request(llive ) 11.30~12.00 ceramah pendek (j) 12.00~12.30 Murottal 12.30~13.00 ceramah pendek (j) 13.00~15.00 Kajian siang 15.00~15.30 Murottal 15.30~16.00 ceramah pendek (j) 16.00~16.30 zikir sore hari 16.30~18.00 Dauroh sore (live) 18.00~19.30 Tadarus by talifhon 19.30~20.00 murottal 20.00~21.30 Kajian malam 21.30~22.00 murottal 22.00~23.00 zikir malam + penutup

Program acara Rabu

Rabu : 4.30~4.55 opening Mutottal 5.00 adzan 5.10 Murottal 5.20 Zikir pagi +jinggel 6.00~7.30 Dauroh pagi(live) 7.31~8.00 Murottal 8.00~9.30 al_Qur an by request(live) 9.30 ~10.00 Murottal 10.00~11.30 Hadits by request(llive ) 11.30~12.00 ceramah pendek (j) 12.00~12.30 Murottal 12.30~13.00 ceramah pendek (j) 13.00~15.00 Kajian siang 15.00~15.30 Murottal 15.30~16.00 ceramah pendek (j) 16.00~16.30 zikir sore hari 16.30~18.00 Dauroh sore (live) 18.00~19.30 Tadarus by talifhon 19.30~20.00 murottal 20.00~21.30 Kajian malam 21.30~22.00 murottal 22.00~23.00 zikir malam + penutup

Prgram acara kamis

program acara radio Dem airhaji Kamis : 4.30~4.55 opening Mutottal 5.00 adzan 5.10 Murottal 5.20 Zikir pagi +jinggel 6.00~7.30 Dauroh pagi(live) 7.31~8.00 Murottal 8.00~9.30 Fiqih (live) 9.30 ~10.00 Murottal 10.00~11.30 Kaidah fiqih (llive ) 11.30~12.00 ceramah pendek (j) 12.00~12.30 Murottal 12.30~13.00 ceramah pendek (j) 13.00~15.00 Siroh sahabat 15.00~15.30 Murottal 15.30~16.00 ceramah pendek (j) 16.00~16.30 zikir sore hari 16.30~18.00 Dauroh sore (live) 18.00~19.30 Tadarus by talifhon 19.30~20.00 murottal 20.00~21.30 Kajian malam 21.30~22.00 murottal 22.00~23.00 zikir malam + penutup

Jumat, 09 September 2022

https://youtube.com/channel/UCxuMQXZFSioStlws_XVpoBQ

Selasa, 06 September 2022

Senin, 05 September 2022

google-site-verification: google9edf3b7a8916ba90.html

google-site-verification: google9e37c810162e4275.html