نستعيده ونستغفره ونتوب اليه ونستهديه
نسلم ونسلم على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد عباد الله أوصيكم وإياي نفسي بتقوى الله وطاعته فقد فاز المتقون
Jamaah..,..
Tak lupa Khotib ingatkan diri Khotib pribadi dan jamaah sekalian , setelah kita memuji memuja Allah Subhana wa ta'ala .
Dan sholawat dan salam kepada junjungan kita nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam agar kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangannya.dan itulah sebaik baik bekal menuju Allah Subhana wa ta'ala , setelah itu,..
Diantara yang menjadi sebab jauhnya kaum muslimin dari Islam, agamanya para nabi dan rasul, yang diakhiri dengan kenabian dan kerasulan Muhammad shalallahu alaihi wassalam adalah:
Pertama; mereka beragama dengan akal akal (logika)mereka semata, bukan dengan Wahyu.
مَن قالَ في القرآنِ برأيِهِ ، أو بما لا يعلمُ ، فليتبَوَّأ مقعدَهُ منَ النَّارِ
Artinya, “Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah bersabda ‘Barang siapa yang berpendapat pada al-Qur’an dengan akalnya atau dengan apa yang tidak diketahuinya maka hendaknya ia ambil tempatnya di neraka,’” (HR Turmudzi).
padahal kita diperintahkan beragama dengan Wahyu alkitab (Al-Qur'an) dan sunnah.
وَّاتَّبِعْ مَا يُوْحٰىٓ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًاۙ
dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan kepadamu Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Ahzab [33]: 1-2)
sedangkan akal merupakan gharizah(tabiat) yang ada pada manusia wajib mengikuti dan Taslim (menyerah) Kepada keputusan Wahyu. Akal yang sehat dan memiliki ketegasan selamanya tak akan pernah bertentangan dengan Wahyu. Kecuali akal yang sakit dan goncang selamanya pasti akan selalu bertentangan dengan Wahyu. Akal yang seperti inilah yang mereka jadikan sebagai agama yang mereka beragama dengannya.
Kedua; mereka beragama dengan perasaan(hawa nafsu). ،Sementara Allah melarang beragama dengan hawa nafsu.
Allah berfirman:
وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ
janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu”. (QS. Al-Maa’idah : 48)
meskipun Wahyu telah sampai kepada mereka berupa perintah atau larangan, akan tetapi sering kali kita dengar mereka bermain dengan perasaan,hawa nafsu seperti kata kata mereka :
Apa salahnya?
Bukankah amal ini baik?
Niat kami kan baik ?
Daripada ?
Agama tidak boleh diukur berdasarkan pada perasaan.
Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin rahimahullah menyatakan,
لو كان الدين بالعاطفة لكان جميع أهل البدع على حق
“Seandainya agama itu berlandaskan kepada perasaan, niscaya semua ahli bid’ah berada di atas kebenaran.”
(Silsilah Al-Liqo asy-Syahri 33)
Ketiga; mereka beragama dengan taklid buta bukan dengan ittiba' dengan Sunnah Rasulullah.
taklid adalah ketika engkau mengikuti pendapat seseorang tanpa mengetahui hujjah atau dalilnya. itulah hakikat taklid.
Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah
Beliau mengatakan,
لا تقلدني ولا تقلد مالكا ولا الثوري ولا الأوزاعي وخذ من حيث أخذوا
“Janganlah kalian taklid kepadaku, jangan pula bertaklid kepada Malik, ats-Tsauri, al-Auza’i, tapi ikutilah darimana mereka mengambil dalil.” (I’lam al-Muwaqqi’in 2/201;Asy-Syamilah,).
Ke empat; mereka beragama dengan cara mengikuti adat, tradisi,budaya, orang banyak,nenek moyang ,kaum,suku, toleransi, kebersamaan, dan yang selainnya yang semakna dari cara cara orang jahiliah. Meskipun bertentangan dengan Islam, ajaran Rasulullah.
Allah berfirman:
بَلْ قَالُوا إِنَّا وَجَدْنَا آَبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آَثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ
“Mereka berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.” (QS. Az Zukhruf: 22)
Kelima; kita melihat mereka beragama dengan cara ta'asub mazhabiyyah (mengikuti madzhab atau faham kelompoknya). yang merupakan bid'ah besar yang menjadi salah satu penyakit yang sangat berat bagi umat ini, walaupun bertentangan dan berlawanan dengan dalil.
Karna hakikat ta'asub adalah " menolak kebenaran yang datang dan sampai kepadanya karena sangat berpegang dengan mazhabnya ".
Imam Syafi’i rahimahullah berkata: “Kaum muslimin telah berijma’ (bersepakat) bahwa barangsiapa yang telah melihat sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dengan jelas, maka ia tidak boleh meninggalkannya lantaran mengikuti pendapat seseorang.”
Referensi : https://almanhaj.or.id/1534-taashub-dan-taklid-pangkal-hizbiyah.html
Keenam; mereka beragama dengan berbagai macam kesyirikan, bukan dengan tauhid.bahkan mereka telah mengganti yang syirik menjadi tauhid, dan yang tauhid menjadi syirik.. sementara Allah memerintahkan bertauhid dan menjauhkan syirik
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً
Dan Allah mengancam pelaku syirik
ۥ مَن یُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَیۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ
siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka.
[Surat Al-Ma'idah 72]
Ketujuh; mereka beragama dengan berbagai macam bid'ah, bukan dengan Sunnah, dan yang Sunnah menjadi bid'ah.
Rasulullah telah mengingatkan dalam hadits nya
عليْكُم بسُنَّتي وسُنَّةِ الخُلفاءِ الرَّاشدينَ المَهديِّينَ مِن بعْدي، تَمسَّكوا بِها، وعَضُّوا عليْها بالنَّواجذِ، وإيَّاكم ومُحْدَثاتِ الأمورِ؛ فإنَّ كلَّ مُحْدَثةٍ بِدْعةٌ، وكلَّ بِدْعةٍ ضَلالةٌ.
Orang yang melakukan bid'ah pada hakikatnya telah menuduh rasul telah berkhianat terhadap risalah.
Berkata imam Malik bin Anas
من أبتداء في الإسلام بدعة ، ويراها حسنة فقد زعم أن رسول الله خان رسالة، لأن الله يقول : (اليوم أكملت لكم دينكم ).
" Barang siapa yang membuat satu perkara baru (bid'ah) dalam Islam, dan dia melihat itu satu kebaikan maka dia sudah menuduh bahwasanya Rasulullah mengkhianati risalah. Karna Allah telah berkata " pada hari ini telahku sempurnakan bagi kamu agamamu"
فما لم يكون يومئذ دينا ، فلم يكون اليوم دينا.
Jika pada masa nabi bukanlah agama maka pada hari ini juga bukan agama.
Contoh yang paling menarik adalah mereka ber_istighotsah dan bertawasul dengan penghuni kubur.., peringatan maulid yang merupakan bid'ah besar yang dirubah menjadi Sunnah !!!,.
Apa yang mereka kerjakan tersebut tertolak, karna
Rasulullah bersabda dalam hadits Aisyah ;
- مَن عَمِلَ عَمَلًا ليسَ عليه أمْرُنا فَهو رَدٌّ.
"Barangsiapa yang membuat satu perkara yang tidak dari perintah kami , maka tertolak"
Kedelapan; mereka beragama dengan cara memecah belah umat dengan berfirqoh_firqoh, atau kelompok kelompok.setiap kelompok mengajak kaum muslimin kegolongannya .
Allah berfirman:
(فَتَقَطَّعُوۤا۟ أَمۡرَهُم بَیۡنَهُمۡ زُبُرࣰاۖ
Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan.
كُلُّ حِزۡبِۭ بِمَا لَدَیۡهِمۡ فَرِحُونَ)
Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing).
[Surat Al-Mu'minun 53]
Ini di karenakan mereka berpegang dengan hadits dho'if bahkan palsu :
إختلاف أمتي رحمة
Perbedaan dalam umat ku adlah Rahmat .
Berkata :
Ibnu Hazm Al _Andalusi (dalam kitab al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam), jika memang perbedaan adalah rahmat, maka persatuan dan kesepakatan merupakan malapetaka.
Jamaah.....
Dan mereka saling melaknat dan saling mengkafirkan satu sama lain , padahal
Allah menyuruh untuk bersatu dan melarang berpecah belah
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ
"Berpegang teguhlah kalian semua dengan tali Allah,dan jangan kalian berpecah belah.
Kesembilan; dakwah mereka sangat mengorbankan syariat. Syariat mereka korbankan demi tercapainya maksud dan tujuan, atau memang karena kebodohan mereka.
Kesepuluh; mereka sangat ingin menegakkan syariat Islam di negeri mereka dengan cara yang paling batil yang pernah ada dalam sejarah umat Islam.
Mereka demikian merendah dan menghinakan diri dihadapan Yahudi, dan menjadikan Yahudi sebagai guru besarnya, mereka dengan sangat setia tanpa kenal lelah keluar masuk madrasah besar yang dibuat Yahudi untuk para mahasiswanya di negeri Islam yang dinamakan Parlemen.
Adakah masuk ke akal akal orang yang berakal yang berjalan sesuai dengan akal yang sehat dan memiliki ketegasan. Cara cara mereka ini dalam menegakkan syariat Islam dalam sebuah madrasah besar Yahudi, yang sengaja dibuat untuk mematikan syariat Islam dan menghancurkan kaum muslimin secara khusus dan umat manusia secara umum.
Jamaah.,..
Oleh karena itu sesuai dengan kaidah al_jaza'u min jinsiyal 'amal . balasan sesuai dengan jenis amalnya.maka pada akhirnya kaum muslimin menerima bagian terbesar dari 2 dua sabda nabi yang mulia.
سَمِعتُ رَسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يقولُ: إذا تبايعْتُم بالعِينةِ، وأخَذْتُم أذنابَ البَقَرِ، ورَضِيتُم بالزَّرعِ، وتَرَكتُم الجِهادَ؛ سَلَّط اللهُ عليكم ذُلًّا لا يَنزِعُه حتى تُراجِعوا الى دِينَكم.
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu, dia berkata: aku pernah mendengar dari Rasulullah; "apabila kamu berjual beli secara,'inah , dan kamu memegang buntut buntut sapi, dan kamu senang dengan tanaman tanaman, dan kamu meninggalkan jihad, pasti Allah akan memberikan kepada kamu kehinaan. Dan Allah tidak akan mencabut kehinaan itu dari Kamu sampai Kamu kembali kepada agama kamu "...
Hadist yang kedua;
يُوشِكُ الأممُ أن تَداعَى عليكم ، كما تَداعَى الأكَلةُ إلى قصْعتِها،
Hampir umat umat akan menyerang kalian, sama seperti orang orang menyerang makanan di dalam mangkuk makanan
فقال قائلٌ : ومن قِلَّةٍ نحن يومئذٍ ؟ قال : بل أنتم يومئذٍ كثيرٌ ، ولكنَّكم غُثاءٌ كغُثاءُ السَّيلِ،
Seseorang berkata: apakah jumlah kita pada hari itu sedikit? Beliau bersabda: Tidak, jumlah kamu banyak pada hari itu, tetapi kamu akan menjadi buih seperti buih di aliran deras,
ولينزِعَنَّ اللهُ من صدورِ عدوِّكم المهابةَ منكم،
dan Allah akan menghilangkan rasa takut dari dada musuh-musuhmu
وليقذِفَنَّ اللهُ في قلوبِكم الوهْنَ ، فقال قائلٌ : يا رسولَ اللهِ وما الوهْنُ ؟ قال حبُّ الدُّنيا وكراهيةُ الموتِ,
dan Allah akan melemparkan kelemahan ke dalam hatimu,
Wahai Rasulullah, apa itu kelemahan? Beliau menjawab: Cinta dunia dan benci kematian.
لا حول ولاقوة إلا بالله
أقول ما تسمعون وصلا نبيكم
Itulah dua hadits yang mulia yang menjelaskan kepada kita tentang keadaan umat ini...
Ketika mereka meninggalkan alkitab dan Sunnah dan manhaj salafus Sholeh dalam beragama...
Ketika mereka terbenam dalam kehidupan dunia melupakan akhirat.,.
Ketika mereka lebih menyukai kematian hati dari kematian jasmani....
Ketika mereka menjadi bangkai bangkai yang berjalan di muka bumi tanpa ruh dan nur dari alkitab dan Sunnah....
Kemudian.,..
Jadilah mereka orang orang yang lemah agamanya bersama setumpuk kelemahan yang ada pada mereka....
Maka ....
Ketika itulah Allah mencabut kehebatan, kebesaran, kewibawaan mereka dari hati hati musuh mereka...
Pada waktu yang sama Allah memasukkan kelemahan kedalam hati hati mereka...
Maka jadilah mereka orang orang yang hina...
Penuh dengan kehinaan...
Dalam kerendahan...
Dihadapan orang orang kafir...
Yang dengan tamaknya melalap mereka hidup hidup...
Katakanlah kepadaku demi rabb yang maha tinggi...
Adakah yang tidak di miliki oleh Kafir kafir itu dari apa yang ada pada kalian???
Atau adakah yang ditinggalkan oleh mereka dari hidup dan kehidupanmu ???
Katakanlah kepadaku demi rabb yang maha mulia....
Bukankah kehormatan kalian telah dirobek robek????
Hartamu telah dirampas
Tanahmu telah dikuasai...
Darahmu telah ditumpahkan seperti sapi sapi yang dibawa untuk disembelih....
Dikorbankan...
Kemudian....
Dibagi bagikan dagingnya...
Kemudian mereka berkumpul bersama sama mengelilingi sebuah mangkuk besar dalam hidangan dan santapan yang sangat lezat dan melezatkan...
Akhirnya Kepada Allah lah kita kembali mengadukan semua ini...










