This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

RADIO KITA

Mengenai radio dem

AIR HAJI, SUMATERA BARAT, Indonesia
KAMI ADALAH RADIO DAKWAH

Minggu, 02 Februari 2025

Perisai Diri

Khutbah Pertama إن الحمد لله نحمده و نستعيده ونستغفره ونتوب اليه ونستهديه نسلم ونسلم على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ أما بعد عباد الله أوصيكم وإياي نفسي بتقوى الله وطاعته فقد فاز المتقون Sidang Jum’at rahimani wa rahimakumullah, Mari kita senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang senantiasa mencurahkan rahmat, nikmat, anugerah, dan kasih sayang melebihi apa yang orang tua berikan untuk kita. Suatu ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berada di hadapan para sahabat dan ada seorang wanita yang sedang menggendong bayinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا “Sungguh Allah lebih mencintai hamba-hamba-Nya dari pada cinta wanita ini terhadap anaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Shalawat dan salam kepada Nabi kita tercinta Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah memberikan kepada kita semua panduan yang kita butuhkan dari apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala halalkan dan haramkan, dan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ridhai dan tidak Dia ridhai. Agar kita berjalan di atas hal yang Dia ridhai dan agar kita menjauhkan diri kita dari apa yang Dia murkai. Dan untuk itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala menghidupkan kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menciptakan kita hanya untuk beribadah. (وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِیَعۡبُدُونِ) [Surat Adz-Dzariyat 56] Dan ibadah adalah; فعل المأمور وترك المحظور “Mengerjakan yang diperintah dan meninggalkan yang dilarang.” Dengan ibadah tersebut kita berharap agar mengampuni dosa dosa Kita.Dan kita berharap ini akan menjadi perisai diri kita dari nerakà Allah. Apa yang harus dilakukan agar Allah Memberikan perisai kepada Kita?? Pertama; Allah memuji Bagi orang yang mengikuti Sunnah Rasulullah berpegang teguh dengan Sunnah tersebut Allah juga berjanji akan mencintai orang tersebut dan mengampuni dosa orang yang mengikuti Rasulullah,Karna kecintaan kita kepada Allah dan pengikutan kita kepada Rasulullah، dan pengampunan dosa dari Allah adalah perisai diri kita dari neraka Allah. sebagai mana firman Allah: (قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِی یُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَیَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ Katakanlah (Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosa kamu." [Surat Ali 'Imran 31]. Dari ayat ini Dapatlah kita simpulkan bahwa kecintaan Allah bisa kita dapatkan dengan mengikuti Rasulullah dan mendapatkan pengampunan dosa dari Allah , dan ini adalah salah satu perisai dari neraka Allah. Dan ini hanya bisa didapatkan apabila kita mengikuti Rasulullah, bukan mengikuti jalan yang banyak yang dibuat oleh manusia . Memang banyak jalan menuju Roma akan tetapi hanya ada satu jalan menuju surga Allah yaitu jalan yang dibuat oleh Rasulullah. Karna jalan jalan tersebut banyak seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah,dalam sebuah hadits yang sanadnya di shohih kan Syaikh Albani : وإن هذه الأمةَ ستفترقُ على ثلاثٍ وسبعينَ ملةٍ ، يعني الأهواءَ ، كلُّها في النارِ ، إلا واحدةٌ ، وهي الجماعةُ Siapa itu al-Jama'ah ? Kata Rasulullah: ما أنا عليه واصحابي Kedua; Allah juga memuji orang yang berpuasa dimana Puasa akan menjadi perisai yang menghalangi dari siksa api neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ما من عبد يصوم يوما في سبيل الله إلا باعد الله بذالك وجهه عن النار سبعين خريفا “Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” (H.R. Bukhari dan Muslim). Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda, قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ “Rabb kita ‘azza wa jalla berfirman, Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba memberikan perisai pada dirinya dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya” (H.R. Ahmad, shahih). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ ”Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka” (H.R. Ahmad, shahih) Ketiga, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memuji orang-orang yang meninggalkan maksiat dan semua yang Dia haramkan. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berjanji kepada mereka untuk memasukkan mereka ke surga-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman; إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An-Nisa'[4]: 31) Lihat, di dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan, memberitakan, sekaligus memerintahkan bahwa orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuni dosa-dosanya yang lain. Di sini para ulama mengatakan bahwa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ampuni adalah dosa-dosa kecil yang kita kerjakan. Karena manusia tidak akan bisa lepas dari dosa-dosa kecil kecuali para Nabi dan Rasul. Dan ada khilaf di kalangan para ulama. Apakah para Nabi dan Rasul juga terpelihara dari dosa kecil atau tidak. Pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa para Nabi dan Rasul itu terjaga dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga mereka dari dosa-dosa kecil. Apatah lagi dengan dosa-dosa besar. Ada pun selain para Nabi dan Rasul, tidak akan ada yang terjaga dari dosa-dosa kecil. Dan dosa-dosa kecil jauh lebih banyak dari pada dosa-dosa besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan, إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil)” Ma’asyiral muslimin, Untuk apa kita harus menjauhi dosa-dosa besar? Untuk apa kita harus menjauhi hal-hal yang Allah Subhanahu wa Ta’ala larang? Karena itu adalah perisai kita untuk tidak sampai ke neraka. Menjauhi dosa-dosa adalah satu-satunya usaha yang luar biasa untuk membuat perisai perlindungan kita dari neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan di dalam banyak ayat di Al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk menghindar dan menjauhkan diri kita dari neraka. Dan apa yang akan memasukkan kita ke dalam neraka apabila kita banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran. Apatah lagi jika dosa maksiat yang kita lakukan adalah yang paling besar yang dimurkai Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu syirik, kufur, dan nifaq. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman; يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..” (QS. At-Tahrim[66]: 6) Allah Subhanahu wa Ta’ala memanggil orang-orang yang beriman. Berkata Abu ‘Umar bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, إذا سمعت الله يقول: “يا أيها الذين آمنوا” فأرعها سمعك؛ فإنه خير يأمر به، أو شر ينهى عنه “Jika Anda mendengar Allah mengatakan (يا أيها الذين آمنوا, – wahai orang-orang yang beriman) maka fokuskan pendengaran Anda. Karena sesungguhnya (setelah itu) ada kebaikan yang akan diperintahkan atau keburukan yang akan dilarang-Nya” (H.R Bukhari dan Muslim)[1] Jamaah Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim[66]: 6) Sangat jelas di dalam ayat ini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh kita untuk membentengi diri kita dari neraka. Dengan cara menjauhi maksiat. Mana kala dia mengerjakan yang dilarang, lalu dia juga meninggalkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan, maka itu juga disebut maksiat. Kerugian Bagi Manusia Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kita untuk kebaikan kita. Tidak ada untungnya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala kalau kita semua ke surga, itu tidak akan menambah Kerajaan Allah sedikit pun. Sebagaimana tidak ada ruginya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala kalau kita semua ke neraka, itupun tidak akan mengurangi kerajaan Allah sedikitpun. Ketahuilah Jamaah... Allah berfirman: (۞ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلۡفُقَرَاۤءُ إِلَى ٱللَّهِۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلۡغَنِیُّ ٱلۡحَمِیدُ) Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji. [Surat Fathir 15] Jamaah Ketahuilah!!! keuntungan ke surga adalah milik penduduk surga, milik manusia-manusia yang akan menghuni surga. Dan kerugian adalah milik manusia-manusia penghuni neraka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menakdirkan kita sebagai penghuni neraka itu. Karena jika iya, maka kerugian adalah milik kita sendiri. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman; قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ “Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat”. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. Az-Zumar[39]: 15) Inilah kerugian hakiki. Bukan kerugian di dunia melainkan kerugian yang berada di neraka. Yang gambaran adzabnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kabarkan dalam hadits qudsi; مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ “Tidak pernah terlihat oleh mata manusia, tak pernah terdengar oleh telinga mana pun, dan tidak pernah bisa dibayangkan oleh hati.” (HR. Bukhari, Muslim, dan yang lainnya) Sehebat apa pun kita membayangkan sebuah adzab, neraka lebih pedih dari pada itu. Adzab yang paling ringan yang pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan saja tidak bisa logika manusia membayangkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا مَنْ يُوْضَعُ فِيْ أَخْمَصِ قَدَمِهِ جَمْرَةٌ يَغْلِيْ مِنْهَا دِمَاغُهُ “Penduduk neraka yang paling ringan siksanya adalah seseorang yang kedua telapak kakinya dipakaikan sandal lantas mendidihlah otaknya.” (HR. Bukhari no. 6561 dan Muslim no. 213)[2] Maka bentengilah diri kita dari neraka. Dan jadikan kehidupan kita ini untuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Melakukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. أقول ما تسمعون وصلى نبيكم Khutbah Kedua Di dalam kehidupan, manusia melihat orang-orang yang ada di sekitarnya baik rekan kerja, tetangga, atasan, atau pun partner bisnisnya mendapatkan keuntungan-keuntungan duniawi dari hal-hal yang merupakan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka رشوة / menyogok lalu kemudian mendapatkan keuntungan dunia. Mereka melakukan khianat, menerima sesuatu yang tidak pantas dan tidak berhak mereka menerimanya kemudian mereka hidup di dalam kenikmatan dan kekayaan tersebut. Sehingga kemudian banyak orang yang juga menjalankan kehidupan seperti itu karena tergiur oleh orang-orang tersebut. Sadarkah Anda, bahwa justru itulah jalan ke neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman; فَأَمَّا مَنْ طَغَىٰ . وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا . فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَىٰ . “Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). . وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ. (فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِیَ ٱلۡمَأۡوَىٰ) Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya).[ ” (QS. An-Nazi’at[79]: 37-40) Maka biarkan manusia dengan maksiat dan kekayaan di atas maksiatnya.mereka tertawa diatas harta yang dia dapatkan diatas riba , kemudian ada yang menasehati " BEHENTILAH " lalu dia meñjawab dengan dalil dari al-qur'an : (إِنَّ ٱللَّهَ لَا یَغۡفِرُ أَن یُشۡرَكَ بِهِۦ وَیَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَ ٰ⁠لِكَ لِمَن یَشَاۤءُۚ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. [Surat An-Nisa' 48] Dia Berkata seperti ini Karna begitu pd diampuni oleh Allah Karna sudah banyak amal , saya haji, saya umroh,saya,,,,saya,,, Ini namanya men-TAZKIYAH DIRI. bahasa kita " PERCAYA DIRI" Ini haram, berdasarkan firman Allah: فَلَا تُزَكُّوۤا۟ أَنفُسَكُمۡۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰۤ) Maka janganlah kamu, menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. [Surat An-Najm 32] Ketahuilah ..... orang-orang seperti merekalah ini yang akan menjadi penduduk-penduduk neraka dan menjadi bahan bakarnya kalau Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memaafkannya. Dan katakan kepada mereka bahwa kita tidak mau ikut. Memang hati kita pada asalnya adalah cinta kepada harta dan dunia. Akan tetapi tidak boleh melampaui batas aturan-aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita harus menahannya. Kesempatan Selagi Hidup Akhi fiddin, Kesempatan untuk membentengi diri kita dari neraka hanya ada di dunia ketika kita masih hidup. Kata para ulama : الدنيا دار العمل Belum ada pembalasan Camkan baik-baik di dalam hati dan jiwa kita yang paling dalam. Karena di akhirat tidak akan ada kesempatan untuk membentengi diri dari neraka. Karna الآخيرة دار الجزاء Disana tak ada amalan Biarkanlah manusia yang tersesat dan bergelimang dengan maksiat dan harta yang mereka hasilkan dari maksiat. Biarkan mereka tertawa di atas maksiat. Selalu letakkan di depan pelupuk mata kita firman Allah Tabaraka wa Ta’ala; يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۚ “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.” (QS. Al-Ma’idah[5]: 105) Tidak akan membuat rugi kepada kita mereka-mereka yang melakukan maksiat asal kita berada di atas hidayah dan petunjuk-Nya. Kalau kita ke surga sedangkan jutaan manusia ke neraka, tidak akan memberikan kerugian apa pun kepada kita. Dan sebaliknya, na’udzubillah, kalau kita justru ke neraka sedangkan jutaan manusia ke surga, apa untungnya bagi kita