*** Jama'ah Tabligh = Sufi Modern *** • Tanya : Apakah Jama'ah Tabligh juga bermanhaj Tasawuf...?? Jawab : Ya...!!. Jama'ah Tabligh bermanhaj Tasawuf namun dengan modifikasi sana-sini. Sehingga Syaikh al-Albani rahimahullah berkata mengenai mereka, bahwa mereka itu adalah Shufiyyah 'Ashriyyah (Sufi Modern, Sufi model baru, atau Neo Shufi). Dalam kitab pegangan mereka yg utama "Fadhail A'mal" atau "tablighi Nashob", masih tertulis banyak jejak-jejak manhaj Tasawuf. Di samping itu, di kitab itu juga banyak hadits-hadits yang maudhu' dan dho'if yang tercampur dng hadits hasan dan shohih. ========== Berikut saya kutip tulisan Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi hafidzahullah mengenai jejak-jejak manhaj Tasawuf yang tertulis dalam kitab referensi mereka : ๐ 1. Keyakinan tentang wihdatul wujud (bahwa Allah menyatu dengan alam ini). (Lihat kitab Tablighi Nishab, 2/407, bab Fadhail Shadaqat, cet. Idarah Nasyriyat Islam Urdu Bazar, Lahore). ๐ 2. Sikap berlebihan terhadap orang-orang shalih dan keyakinan bahwa mereka mengetahui ilmu ghaib. (Lihat Fadhail A'mal, bab Fadhail Dzikir, hal. 468-469, dan hal. 540-541, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore). ๐ 3. Tawassul kepada Nabi (setelah wafatnya) dan juga kepada selainnya, serta berlebihannya mereka dalam hal ini. (Lihat Fadhail A'mal, bab Shalat, hal. 345, dan juga bab Fadhail Dzikir, hal. 481-482, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore). ๐ 4. Keyakinan bahwa para Syaikh Sufi dapat menganugerahkan berkah dan ilmu laduni (lihat Fadhail A'mal, bab Fadhail Qur'an, hal. 202- 203, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore). ๐ 5. Keyakinan bahwa seseorang bisa mempunyai ilmu kasyaf, yakni bisa menyingkap segala sesuatu dari perkara ghaib atau batin. (Lihat Fadhail A'mal, bab Dzikir, hal. 540- 541, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore). ๐ 6. Hidayah dan keselamatan hanya bisa diraih dengan mengikuti tarekat Rasyid Ahmad Al-Kanhuhi (lihat Shaqalatil Qulub, hal. 190). Oleh karena itu, Muhammad Ilyas sang pendiri Jamaah Tabligh telah membai'atnya di atas tarekat Jisytiyyah pada tahun 1314 H, bahkan terkadang ia bangun malam semata-mata untuk melihat wajah syaikhnya tersebut. (Kitab Sawanih Muhammad Yusuf, hal. 143, dinukil dari Jama'atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 2). ๐ 7. Saling berbai'at terhadap pimpinan mereka di atas empat tarekat Sufi: Jisytiyyah, Naqsyabandiyyah, Qadiriyyah, dan Sahruwardiyyah. (Ad-Da'wah fi Jaziratil 'Arab, karya Asy-Syaikh Sa'ad Al-Hushain, hal. 9-10, dinukil dari Jama'atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 12). ๐ 8. Keyakinan tentang keluarnya tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari kubur beliau untuk berjabat tangan dengan Asy-Syaikh Ahmad Ar-Rifa'i. (Fadhail A'mal, bab Fadhail Ash-Shalati 'alan Nabi, hal. 19, cet. Idarah Isya’at Diyanat Anarkli, Lahore). ๐ 9. Kebenaran suatu kaidah, bahwasanya segala sesuatu yang menyebabkan permusuhan, perpecahan, atau perselisihan -walaupun ia benar- maka harus dibuang sejauh-jauhnya dari manhaj Jama'ah. (Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa'rifuha, hal. 10). ๐ 10. Keharusan untuk bertaqlid. (lihat Dzikir Wa I'tikaf Key Ahmiyat, karya Muhammad Zakaria Al-Kandahlawi, hal. 94, dinukil dari Jama'atut Tabligh 'Aqaiduha wa Ta'rifuha, hal. 70). ๐ 11. Banyaknya cerita-cerita khurafat dan hadits-hadits lemah/ palsu di dalam kitab Fadhail A'mal mereka, di antaranya apa yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Hasan Janahi dalam kitabnya Jama'atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 46-47 dan hal. 50-52. Bahkan cerita-cerita khurafat dan hadits-hadits palsu inilah yang mereka jadikan sebagai bahan utama untuk berdakwah. Wallahul Musta'an. Semoga yang sedikit ini mudah dipahami dan bermanfa'at untuk kita semua. Dan hanya kepada Allah Ta'ala kita mohon taufik dan hidayah-Nya Barakallahu fiikum
Minggu, 11 September 2022
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 comments:
Posting Komentar